Posted by: kualaclipping | November 28, 2009

Walhi Prihatin Rencana Pelesiran Dewan ke LN

Serambi Indonesia on 28 November 2009 – 10:48

BANDA ACEH – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menyatakan keprihatinan atas rencana Yayasan Leuser Internasional (YLI) mengajak anggota Komisi B DPR Aceh untuk jalan-jalan ke Kamboja, dengan menggunakan dana proyek Aceh Forest and Environment Project (AFEP). Rencana tersebut dinilai telah mengabaikan rasa keadilan bagi masyarakat hutan di sekitar Leuser. “YLI berencana mengajak anggota Komisi B DPR Aceh jalan-jalan ke Kamboja, pada 6-13 Desember nanti. Biaya jalan-jalan tersebut diambil dari dana proyek AFEP tahun 2009. Padahal, dana proyek AFEP senilai Rp 175 miliar itu, seharusnya digunakan untuk penyelamatan hutan Aceh,” kata Bambang Antariksa melalui siaran pers yang diterima Serambi, kemarin.

Dia mengatakan, rencana plesiran keluar negeri itu sepatutnya tidak didukung oleh DPR Aceh sebagai institusi yang mewakili rakyat Aceh. Sebab, kondisi masyarakat di sekitar Leuser saat ini hidup dalam keadaan memprihatinkan. “Lihat saja kejadian longsor yang melanda wilayah Panton Luas, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, yang terjadi Senin (6/11) lalu. Dimana areal persawahan penduduk rusak tertimbun longsor. Sehari sesudahnya, banjir juga menerjang masyarakat Abdya hingga Bakongan dan Trumon, Aceh Selatan, yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat di sana,” jelas Bambang Antariksa.

Karena itu, Bambang meminta ketua DPR Aceh tidak mengizinkan anggotanya berangkat ke Kamboja, khususnya anggota Komisi B yang akan didanai oleh YLI. Karena menurutnya, daripada plesir ke luar negeri, lebih baik anggota dewan mengunjungi korban bencana ekologis di sekitar Leuser dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang diwakilinya. Apalagi, plesir tersebut menggunakan dana proyek yang seharusnya ditujukan untuk penyelamatan hutan Leuser. Terkait banyaknya bencana ekologis yang melanda warga sekitar Leuser, Walhi Aceh mengajak masyarakat korban bencana untuk melakukan gugatan class action kepada lembaga yang selama ini mengatasnamakan hutan Leuser untuk mencari dana, tetapi pada prakteknya dihabiskan untuk kepentingan dan keuntungan sepihak saja. “Walhi Aceh siap mendampingi masyarakat korban untuk melakukan gugatan tersebut,” ungkapnya.(tz)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: