Posted by: kualaclipping | November 26, 2009

Zaratex Klarifikasi Bambu Nelayan

Serambi Indonesia on 26 Desember 2009 – 08:12

LHOKSEUMAWE – Manajemen PT Zaratex di Lhokseumawe mengkarifikasi tentang jumlah rumpon yang belum dibayar. Disebutkan, rumpon yang didata di kawasan Karang Panggoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, berjumlah 274 rumpon bambu. Jumlah ini belum dibayar karena belum ada kesepakatan harga dari tim pembayaran rumpon bambu.

“Perlu diklirkan, jumlah rumpon yang belum dibayar itu hanya di Karang Panggoi, yaitu sebanyak 274 rumpon bambu dengan kedalaman 8-15 meter. Ini hasil pendataan kita. Namun, pada saat kita ingin melakukan survei jumlah rumpon bambu bertambah menjadi 1.600. Ini yang kita pusing, karena pada saat pendataan bambu itu tidak ada,” kata Manajemen Zaratex di Lhokseumawe, Eri Wahab, Rabu (25/11).

Sedangkan, rumpon lainnya di kawasan laut dalam, kedalaman 500-1.000 meter di Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara sebanyak 261 telah dilakukan pembayaran. Dia menyebutkan, perlu dijelaskan pada publik bahwa soal 274 yang telah didata itu akan didiskusikan pembayarannya. Belum ada kesepakatan harga pembayaran terhadap masyarakat pemilik rumpon bambu itu. Dijelaskan, di kawasan Karang Panggoi itu berlayar nelayan Lhokseumawe, Samudera, Senuddon, dan Tanah Pasir. “Kami tegaskan, 274 itu yang sedang kita diskusikan pola pembayarannya,” kata Eri.(c46)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: