Posted by: kualaclipping | November 24, 2009

Walhi Tuding YLI Tidak Sensitif pada Rakyat Leuser

Laporan: Junaidi | The Globe Journal | Selasa, 24 November 2009

Source: www.theglobejournal.com

Banda Aceh – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menyatakan rasa keprihatinannya atas tingkah pelaksana proyek Aceh Forest and Environment Project (AFEP) yang mengabaikan rasa keadilan masyarakat hutan disekitar Leuser dengan melakukan kegiatan yang menghambur-hamburkan dana proyek AFEP dengan mengajak pejabat di Aceh untuk jalan-jalan ke Kamboja
Dana kunjungan ke Kamboja ini akan diambil dari proyek AFEP tahun 2009.

Proyek AFEP merupakan proyek penyelamatan hutan Aceh, baik di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan Kawasan Ekosistem Ulu Masen, senilai USD 17,5 juta atau kurang lebih Rp. 175 milyar yang dilaksanakan oleh Yayasan Leuser Internasional (YLI) dan Fauna Flora Internasional (FFI). Proyek ini dimulai sejak tahun 2006 dan akan berakhir ditahun 2010.

“Rencana ini sepatutnya tidak didukung oleh DPR Aceh sebagai institusi yang mewakili rakyat Aceh, dimana kondisi rakyat disekitar Leuser saat ini hidup dalam kondisi memprihatinkan. Lihat saja kejadian longsor yang melanda warga Panton Luas, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan yang terjadi pada hari Senin, 6 November 2009 lalu, dimana areal persawahan penduduk rusak tertimbun longsor. Sehari sesudahnya banjir juga menerjang masyarakat Abdya hingga Bakongan dan Trumon di Aceh Selatan yang juga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat di sana,” sebut Direktur Walhi Aceh, Bambang Antariksa kepada The Globe Journal, Senin (23/11) malam.

Menurut Bambang, jika benar rencana jalan-jalan YLI, pejabat di Aceh dan anggota Komisi B DPR Aceh ke Kamboja terjadi, berarti YLI sama sekali tidak memperhatikan kepentingan rakyat Leuser didalam pelaksanaan proyeknya. “Disaat rakyat Leuser banyak diterjang bencana akibat penurunan kondisi hutan Leuser yang selama ini diklaim oleh YLI melalui proyeknya, YLI lebih memilih menghabiskan dana untuk jalan-jalan ke luar negeri, bukan untuk merestorasi kawasan serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban. Sungguh diluar logika dan tidak menunjukan keberpihakan kepada rakyat di Leuser,” sebutnya.

Bambang juga meminta kepada Ketua DPR Aceh untuk tidak mengizinkan anggotanya berangkat ke luar negeri, khususnya anggota Komisi B yang akan didanai oleh YLI. “Lebih baik anggota dewan mengunjungi korban bencana ekologis di sekitar Leuser dan memberikan bantuan kepada rakyat yang diwakilinya, ketimbang jalan-jalan ke Kamboja yang sama sekali tidak bermanfaat bagi rakyat Leuser apalagi mempergunakan dana proyek yang seharusnya ditujukan untuk penyelamatan hutan Leuser,” ungkapnya.

Bambang menyebutkan, terkait dengan maraknya kejadian bencana ekologis yang melanda rakyat disekitar Leuser, WALHI Aceh mengajak masyarakat korban untuk melakukan gugatan class action kepada lembaga yang selama ini mengatasnamakan hutan Leuser untuk mencari dana, tetapi pada prakteknya dihabiskan untuk kepentingan dan keuntungan sepihak saja. Untuk hal ini, “WALHI Aceh siap mendampingi masyarakat korban melakukan gugatan tersebut,” ucap Bambang.[003]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: