Posted by: kualaclipping | September 3, 2009

Kuala Ie Leubeu Makin Dangkal; Tangkapan Nelayan Sulit Didaratkan

www.serambinews.com on 3 September 2009, 08:58

SIGLI – Kuala Ie Leubeu di Desa Pasi Lancang, Kecamatan Kembang Tanjung, Pidie kini semakin dangkal. Akibatnya, ketika air sedang surut, nelayan tidak bisa ke luar atau masuk ke kuala. Sehingga nelayan yang baru pulang melaut terpaksa menunggu hingga enam jam sampai air kembali naik untuk bisa masuk ke kuala guna membongkar hasil tangkapannya.

“Kondisi seperti ini sudah terjadi sekitar sepuluh tahun lebih tapi sampai sekarang belum ada perhatian pemerintah. Kami minta pihak terkait supaya membuat bronjong di sepanjang tepi pantai. Dengan begitu kedangkalan yang ada dapat teratasi karena sudah ada bronjong, “ ujar Kamaruddin, seorang nelayan di sana. Ia bersama puluhan nelayan lainnya mengeluhkan kondisi kuala yang tidak mendukung lagi. Sementara mata pencaharian penduduk di sana 95 persen nelayan. “Kami minta pemkab Pidie ada perhatian untuk nelayan. Tidak usah dibantu lain, ini saja dibuat bronjong sepanjang tepi Kuala Ie Leuebeu ini untuk memudahkan kami mencari nafkah,” tutur Murizal dan dibenarkan rekan-rekannya.

Amatan Serambi kemarin, sebuah boat yang baru pulang menangkap ikan masih terombang-ombing sekitar seratusan meter dari ‘bibir’ pantai. “Boat itu sudah sejak pukul 7 pagi belum bisa merapat karena kuala dangkal, terpaksa menunggu air pasang. Ini saja sudah pukul 12 siang tapi belum ada tanda-tanda bisa turun (merapat, -red). Itu boat baru pulang mencari ikan terpaksa mereka terkatung di tengah laut,” ujar nelayan tadi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie, Ir Aspar ditemui Serambi, Rabu kemarin mengaku hampir seluruh kuala di Pidie mengalami kedangkalan pascatsunami. Bukan saja di Ie Leuebeu, di beberapa daerah lain juga mengalami hal serupa. Karena itu pengerukan kuala menjadi prioritas Dinas Perikanan Pidie sejak tahun ini.

“Saya sudah sampaikan masalah ini hingga ke pusat supaya dapat diplotkan dana pengerukan sejumlah kuala di Pidie yang mulai dangkal. Dan permintaan itu sudah saya sampaikan dalam pertemuaan dengan orang-orang pusat beberapa waktu lalu dan sudah direspons akan dibantu. Kita juga sudah melakukan lobi-lobi dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kita upayakan mulai tahun 2010 sudah ada kuala yang didanai,” katanya,

Aspar menyebutkan pengerukan kuala ini akan dilakukan terhadap kuala yang mobilitasnya paling tinggi. “Karena untuk memperbaiki seluruh kuala dalam satu tahun sekaligus tidaklah mungkin karena keterbatasan dana. Kita tahu sendiri bagaimana kondisi keuangan sekarang. Mudah-mudahan akan ada bantuan dana dari Otsus atau APBN Insya Allah sudah bisa diperbaiki satu demi satu,” ujar Aspar.(aya)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: