Posted by: kualaclipping | September 3, 2009

Ikan Masih Mahal di Pereulak

www.serambinews.com on 3 September 2009, 09:35

IDI – Kondisi cuaca yang buruk menyebabkan ikan hasil tangkapan nelayan di Pereulak, Aceh Timur, berkurang. Harga pun masih terus alami kenaikan sehingga berimbas pada turunnya daya beli masyarakat. Pedagang ikan, Cik, kepada Serambi, Senin (31/8), menyebutkan, ikan tongkol yang sebelumnya dijual berkisar Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 18.000 sampai Rp 20.000. Sementara ikan gembung yang sebelumnya Rp 16.000 naik menjadi Rp 18.000, dan ikan bandeng dari Rp 18.000 naik menjadi Rp 20.000 per kilo.

Jenis ikan lainnya seperti dencis dari Rp 14.000 naik menjadi Rp 18.000 sekilo, cumi-cumi dari Rp 18.000 menjadi Rp 25.000, sedangkan ikan bawal daro Rp 40.000 menjadi Rp 50.000 sekilo. “Kenaikan harga juga terjadi pada semua jenis ikan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat banyak,” tambah Cik. Dia memperkirakan, harga akan turun menjelang Lebaran Idul Fitri nanti.

Mahalnya harga ikan itu diakuinya tidak hanya dirasakan oleh konsumen, pedagang juga menanggung risiko karena daya beli masyarakat menurun. “Kami juga merasakan hal yang sama karena daya beli masyarakat membeli ikan juga minim,” ujarnya. Ikan-ikan tersebut umumnya dipasok dari Kuala Idi, Kuala Bugak, serta Kuala Leugeu.(na)v


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: