Posted by: kualaclipping | September 1, 2009

Rumah Rusak Akibat Badai Capai 401 Unit

www.serambinews.com on 1 September 2009, 09:17

BIREUEN – Jumlah rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang yang disertai hujan deras menjelang buka puasa pada Kamis (27/8), di Bireuen mencapai 401 unit. Selain itu, puluhan tempat usaha ikut rusak. “Berdasarkan data sementara, rumah yang rusak berat mencapai 30 persen dari 401 rumah yang rusak,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Bireuen, Arsyi Yusuf, menjawab Serambi, Senin (31/8).

Menurutnya, di Samalanga jumlah rumah rusak mencapai 92 unit, Simpang Mamplam sebanyak 110 unit, Pandrah 11 unit, dan Jeunieb 64 rumah porak-poranda. Selain itu, lanjut Arsyi, di Plimbang 21 unit, Peudada enam unit, Jeumpa 29 rumah hancur, dan Kota Juang 16 unit rumah rusak. Sementara di Juli tujuh rumah rusak, Kuala 34 rumah, Peusangan enam rumah, dan Kecamatan Jangka tujuh rumah rusak.

“Dari 401 rumah rusak, hampir 30 persen rusak parah dan puluhan tempat usaha porak-poranda. Seluruh data kerusakan itu merupakan laporan dari berbagai kecamatan dan hasil pendataan saat tim turun ke lapangan,” ujarnya. Selain itu, menurut Arsyi, dalam bencana alam pada Kamis (27/8) sore itu, empat warga mengalami luka serius. Mereka adalah Nanda mengalami luka-luka dan Syahrul mengalami patah tangan. Keduanya warga Kuta Baro, Kecamatan Kuala, Bireuen. Dua korban lainnya, adalah Muhammad, warga Simpang Mamplam dan Hariyono, warga Pulo Kiton Kota Juang Bireuen.

Camat Plimbang, M Isa, kepada Serambi, mengatakan, dari 21 unit rumah yang rusak di Kecamatan Plimbang enam di antaranya rusak parah, sedangkan lainnya rusak ringan. “Sebagian rumah warga diperbaiki secara gotong royong dan sudah bisa ditempati walaupun darurat. Warga berharap perhatian pemerintah untuk membantu beban mereka, apalagi dalam bulan Ramadan,” kata Camat.

Butuh bantuan
Sementara itu, Tihaji (60), Senin (31/8), pemilik jambo air tebu di Cot Batee Geulungku, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen yang tempat usahanya ikut diterjang badai mengharapkan bantuan dari berbagai pihak untuk diperbaiki tempat usahanya sehingga ia bisa berjualan saat lebaran. Bantuan serupa juga diharapkan sejumlah pedagang lain di kawasan itu yang mengalami nasib yang sama dengan Tihaji.

Sampai kemarin, kata Tihaji, belum ada perhatian dari pemerintah untuk meringankan beban mereka. “Sampai kini saya belum menerima bantuan darurat. Mungkin ada yang sudah menerimanya,” kata Tihaji menjawab Serambi tentang bantuan apa saja yang sudah diterima. Hal itu dibenarkan beberapa pedagang lainnya.(yus)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: