Posted by: kualaclipping | July 19, 2009

Wagub: Dayah Harus Mampu Bersaing

www.serambinews.com on 19 July 2009, 08:00

LHOKSUKON – Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengatakan, dayah atau pesantren harus mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan formal lainnya yang ada di negeri ini. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas baik dari segi sarana prasarana maupun manajemen pengembangan dayah itu sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Wagub Muhammad Nazar pada peringatan milad Ke-18 Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Dayah Raudhatul Maarif Al- Aziziyah, di Desa Cot Trueng, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Sabtu (18/7) kemarin. Hadir pada acara itu, unsur Muspida Provinsi Aceh dan Aceh Utara serta sejumlah ulama Aceh.

Nazar menyebutkan, kurikulum, tenaga pengajar, fasilitas perpustakaan, dan sarana lainnya harus ditingkatkan supaya lulusan dayah mampu berkompetisi di era global. Pemerintah Aceh terus memberikan alokasi dana yang memadai, beasiswa baik dalam negeri dan luar negeri juga terus ditingkatkan.

“Tujuannya, generasi Aceh di masa mendatang akan menjadi generasi yang cukup kuat pondasinya dalam ilmu pengetahuan agama dan teknologi,” kata Nazar. Ditambahkan, dalam konteks kekinian, dayah tak boleh lagi menutup diri dari berbagai perkembangan dunia baik ekonomi, politik, hukum, dan sosial budaya. Teknologi dan informatika sangat dibutuhkan oleh santri- santri untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya.

“Hanya saja, karakteristik dayah jangan sampai hilang. Dengan cara seperti ini, kita berhadap cita-cita mengembalikan Aceh sebagai pusat perdaban dan ilmu pengetahuan akan terwujud,” kata Nazar berharap. Terhadap pendirian Sekolah Tinggi Aziziyah (STAI) yang dimotori Pimpinan Dayah Mudi Mesra Samalanga, Waled Hasanoel Bashry, Wagub merasa bangga dan berharap adanya perubahan pola pikir para alumni dayah lebih terbuka, demokratis, dan tetap kuat memegang teguhnya syariat Islam.

Untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di masa akan datang, Wagub mengatakan, perlu langkah serius dan perhatian dari semua pihak. Pemerintah Aceh, kata Wagub, akan terus mendukung dan membantu dayah dalam segala hal. “Salah satu upaya pemerintah yaitu melalui mu’adalah, yaitu ada kurikulum minimal di dayah yang nantinya bisa diakui oleh pemerintah untuk menyetarakan ilmu yang dimiliki lulusan dayah dengan lulusan lembaga pendidikan formal,” pungkas Muhammad Nazar.(saf)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: