Posted by: kualaclipping | July 19, 2009

Ribuan Ikan Mati di Krueng Lamnyong

www.serambinews.com on 19 July 2009, 09:26

BANDA ACEH – Ribuan ikan jenis Belanak, Ketang, Teri, dan beberapa jenis ikan lainnya, Sabtu (18/7) kemarin, ditemukan mati terapung di sungai Krueng Lamnyong, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Sementara ribuan lainnya tampak menggelepar dan muncul ke permukaan sungai. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh puluhan warga sekitar Lamnyong, yang sengaja membawa jaring ukuran kecil, untuk menangkap ikan-ikan tersebut. Fenomena yang menurut sejumlah warga setempat, sudah terjadi sejak Jumat (17/7) lalu itu, sejauh ini belum diketahui penyebabnya. “Ikan-ikan ini mati sudah terlihat mulai hari Jumat siang. Tapi kami tidak bisa memastikan apa penyebab ikan itu bisa mati,” kata seorang warga yang turut menjaring ikan sore itu.

Namun menurut warga lainnya, penyebab matinya ikan jenis Belanak, Ketang, dan Teri, di sungai itu akibat air laut, terhambat dan tidak menyatu dengan air tawar yang telah dipasang tanggul di tengah sungai. “Menurut saya ikan ini mati akibat air laut terhambat dengan tanggul itu. Biasanya ikan belanak, Ketang dan ikan Teri ini kan hidup di air asin. Apalagi air sungai ini keruh dan tidak berganti-ganti,” ujar warga itu.

Menurut warga tersebut, kalau ikan itu diracuni, jelas akan terlihat dari airnya yang berbusa sampai pada perubahan warna kulit ikan tersebut. Namun, warga tersebut juga tak mengetahui secara detail, apa penyebab pasti matinya ikan-ikan tersebut. “Kalau menurut saya ikan ini mati, karena tidak biasa hidup di air tawar. Begitu sekali terjadi perubahan pada airnya, ikan-ikan ini tidak bisa bertahan hidup,” ungkap warga itu.

Belum peroleh informasi
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Aceh, Ir Husaini Syamaun, yang dihubungi Serambi tadi malam menyebutkan, pihaknya belum memperoleh informasi konkret tentang matinya ikan-ikan di Krueng Lamnyong itu. Tapi, kata Husaini yang mengaku sedang berada di luar kota tersebut, pihaknya akan menurunkan petugas untuk menyelidikinya. “Kita akan memeriksa dulu kondisi airnya. Jadi sejauh ini kami belum dapat memastikan apa penyebab matinya ikan-ikan tersebut,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Banda Aceh, Ir Zulkifli Syahbuddin yang dikonfirmasi Serambi tadi malam menyebutkan, pihaknya juga belum mengetahui tentang adanya ribuan ikan mati di aliran sungai Lamnyong. Ia menyebutkan, ia dan petugas lain akan turun besok (hari ini-red) dan melihat langsung apa yang terjadi pada ikan yang mati dalam sungai tersebut. “Saya belum dapat menyimpulkan apa penyebab matinya ikan tersebut sebelum melihat langsung. Mungkin matinya karena pertukaran air, pertukaran musim, atau bisa saja penyebab lainnya. Intinya kami akan melihat dulu kondisinya secara langsung,” kata Zulkifli.

Dijelaskan sebelum menurunkan tim dan petugas, pihaknya akan menyampaikan kabar itu terlebih dahulu pada Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Aceh. “Saya akan lapor dulu ke tingkat I. Karena mereka telah memiliki laboratorium di Lampulo untuk mengetahui penyebab matinya ikan-ikan itu. Kita tetap akan turunkan tim setelah berkoordinasi dengan tingkat I,” papar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Banda Aceh itu.(mir)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: