Posted by: kualaclipping | July 19, 2009

Pemprov Investasikan Rp 1,1 Miliar di 11 BQ; Untuk Penyaluran Kredit tanpa Agunan

www.serambinews.com on 19 July 2009, 08:44

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menginvestasikan dana Rp 1,1 miliar untuk 11 Baitul Qiradh (BQ) yang ada di sembilan kabupaten/kota di Aceh. Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Muhammad mengatakan, masing-masing BQ akan mendapatkan Rp 100 juta. Dana tersebut nantinya dipakai BQ untuk menyalurkan pinjaman modal kepada usaha kecil masyarakat.

“Pemda Aceh sudah memperjuangkan dana untuk BQ dalam APBA Pemda Aceh tahun 2009. Besarnya Rp 1,1 miliar, ditempatkan untuk investasi non permanen penyertaan modal yang memiliki jangka waktu untuk dikembalikan,” katanya usai membuka pelatihan kompetensi bagi pengelola BQ, di Wisma Daka, Banda Aceh, Sabtu (18/7).

Muhammad menegaskan kalau dana tersebut harus dikembalikan ke Pemda lima tahun mendatang. Sedangkan keuntungan dari dana tersebut akan dibagi tiga: Baitul Qiradh 60 persen, Pusat Inkubasi Usaha Kecil (Pinbuk) sebagai mitra pemerintah 30 persen, dan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) 10 persen.

Pemerintah Aceh menjalin kerjasama dengan Pinbuk untuk mengorganisir BQ agar dana yang ditempatkan itu produktif di masyarakat. Menurut Muhammad, pinjaman yang diberikan BQ kepada pengusaha kecil ini tanpa agunan, beda dengan yang diberikan oleh bank. “Pinjaman ini memiliki mekanisme sendiri, antara lain dengan pembentukan kelompok-kelompok peminjam yang menggelar pertemuan mingguan yang terorganisir oleh penerima manfaat. Hampir sama dengan metode grameen bank,” paparnya lagi.

Ia yakin, jika sistem BQ ini bisa dijalankan, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat tingkat bawah akan meningkat pesat. Jika program tersebut sukses, pemerintah Aceh kata Muhammad, akan menambahkan dananya. “Dari pada dibuang-buang ke tempat lain kenapa tidak ditempatkan untuk berinvenstasi di Baitul Qiradh. Nilai uang tidak akan hilang malah bertambah dengan sistem bagi hasil tadi, juga meningkatkan PAD,” ucap Kepala Biro Ekonomi tersebut.

Ketua Pinbuk Aceh, Zulkarnain Gamal, mengatakan, BQ yang akan mendapatkan dana pinjaman tersebut adalah BQ yang lulus evaluasi dan memiliki manajemen yang baik. “Di seluruh Aceh ada 75 Baitul Qiradh, karena keterbatasan dana, untuk tahap awal suntikan dana hanya bisa diberikan untuk 11 Baitul Qiradh,” ungkapnya.

Mustafa Muhaka, Manajer Pembangunan Usaha Pinbuk, menambahkan, dana Rp 1,1 miliar itu akan dikucurkan ke BQ pada pertengahan Agustus nanti. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada pengusaha kecil dalam bentuk pinjaman tanpa agunan. “Besaran pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp 2 sampai Rp 5 juta per pemohon,” ujar Mustafa.(ami)

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menginvestasikan dana Rp 1,1 miliar untuk 11 Baitul Qiradh (BQ) yang ada di sembilan kabupaten/kota di Aceh. Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Muhammad mengatakan, masing-masing BQ akan mendapatkan Rp 100 juta. Dana tersebut nantinya dipakai BQ untuk menyalurkan pinjaman modal kepada usaha kecil masyarakat.

“Pemda Aceh sudah memperjuangkan dana untuk BQ dalam APBA Pemda Aceh tahun 2009. Besarnya Rp 1,1 miliar, ditempatkan untuk investasi non permanen penyertaan modal yang memiliki jangka waktu untuk dikembalikan,” katanya usai membuka pelatihan kompetensi bagi pengelola BQ, di Wisma Daka, Banda Aceh, Sabtu (18/7).

Muhammad menegaskan kalau dana tersebut harus dikembalikan ke Pemda lima tahun mendatang. Sedangkan keuntungan dari dana tersebut akan dibagi tiga: Baitul Qiradh 60 persen, Pusat Inkubasi Usaha Kecil (Pinbuk) sebagai mitra pemerintah 30 persen, dan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) 10 persen.

Pemerintah Aceh menjalin kerjasama dengan Pinbuk untuk mengorganisir BQ agar dana yang ditempatkan itu produktif di masyarakat. Menurut Muhammad, pinjaman yang diberikan BQ kepada pengusaha kecil ini tanpa agunan, beda dengan yang diberikan oleh bank. “Pinjaman ini memiliki mekanisme sendiri, antara lain dengan pembentukan kelompok-kelompok peminjam yang menggelar pertemuan mingguan yang terorganisir oleh penerima manfaat. Hampir sama dengan metode grameen bank,” paparnya lagi.

Ia yakin, jika sistem BQ ini bisa dijalankan, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat tingkat bawah akan meningkat pesat. Jika program tersebut sukses, pemerintah Aceh kata Muhammad, akan menambahkan dananya. “Dari pada dibuang-buang ke tempat lain kenapa tidak ditempatkan untuk berinvenstasi di Baitul Qiradh. Nilai uang tidak akan hilang malah bertambah dengan sistem bagi hasil tadi, juga meningkatkan PAD,” ucap Kepala Biro Ekonomi tersebut.

Ketua Pinbuk Aceh, Zulkarnain Gamal, mengatakan, BQ yang akan mendapatkan dana pinjaman tersebut adalah BQ yang lulus evaluasi dan memiliki manajemen yang baik. “Di seluruh Aceh ada 75 Baitul Qiradh, karena keterbatasan dana, untuk tahap awal suntikan dana hanya bisa diberikan untuk 11 Baitul Qiradh,” ungkapnya.

Mustafa Muhaka, Manajer Pembangunan Usaha Pinbuk, menambahkan, dana Rp 1,1 miliar itu akan dikucurkan ke BQ pada pertengahan Agustus nanti. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada pengusaha kecil dalam bentuk pinjaman tanpa agunan. “Besaran pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp 2 sampai Rp 5 juta per pemohon,” ujar Mustafa.(ami)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: