Posted by: kualaclipping | July 19, 2009

ASPI Bantah Pernyataan Apexia; Aceh tak Mungkin Ekspor Lima Ton Ikan per Minggu

www.serambinews.com on 19 July 2009,  08:45

BANDA ACEH – Pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ekspor Impor Aceh (Apexia), Basri Hasyem, soal ekspor ikan Aceh ke Malaysia sebanyak 5 ton per minggu, ternyata mengundang reaksi keras dari Asosiasi Pedagang Intersulair (Aspi) Aceh. Pernyataan Basri tersebut dinilai mengada-mengada dan membohongi publik. “Kami yang mengetahui dengan persis tentang perdagangan ikan di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, tidak bisa menerima informasi salah yang diberikan Apexia ke publik,” kata Ketua Aspi Aceh, Suherman, kepada Serambi, Jumat (17/7).

Menurut pria yang akrab disapa Pak Man ini, bagaimana mungkin Aceh bisa mengekspor ikan ke Malaysia jika untuk konsumsi sendiri saja harus memasok dari luar Aceh. “Malah dalam dua minggu terakhir, Aceh menirma pasokan delapan ton ikan per harinya. Menurut saya, Ketua Apexia itu salah makan obat,” tandasnya.

Sepengetahuan dirinya, hasil tangkapan nelayan beberapa minggu terakhir sangat sedikit. Beberapa bulan terakhir, ketika cuaca buruk, sebagian besar kebutuhan ikan Banda Aceh dan Aceh Besar terpaksa dipasok dari Belawan, Lhokseumawe, dan Langsa. “Saya heran Apexia dapat data dari mana, mereka beli ikan di mana. Kalau benar ada ekspor sebegitu besar, di mana prosesnya dilakukan, ikannya disimpan di mana?” cecar Pak Man.

Anggota ASPI lainnya, Yusmadi Yusuf, justeru mengaku tidak tahu sama sekali apa itu Apexia. “Asosiasi itu tidak pernah kami dengar, tidak pernah datang ke sini untuk menanyakan harga barang, jenis ikan, dan tidak pernah membuat pendekatan apapun dengan pedagang ikan di sini,” ungkap Yusmadi.

Informasi ekspor ikan sebanyak lima ton per minggu itu dia katakan sebagai rekayasa. “Jika ada ekspor dengan jumlah besar tersebut, kami perlu tahu di mana tempat penyimpanan ikannya, di mana beli, di mana prosesnya, itu yang perlu kami tahu,” pungkasnya lagi. Seperti diberitakan beberapa hari lalu, Basri Hasyem menuturkan, sebanyak 5 ton ikan segar asal Banda Aceh dan Aceh Besar di ekspor ke Malaysia setiap minggunya dan kegiatan itu telah berjalan sejak Mei 2009 lalu. Namun hingga kemarin, Serambi belum berhasil mengkonfirmasi ulang Basri karena ketika dihubungi, nomornya tidak aktif.(ami)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: