Posted by: kualaclipping | July 19, 2009

200 Ha Hutan Lindung di Tangse Terbakar

www.serambinews.com on 19 July 2009, 09:28

SIGLI – Sekitar 200 hektare hutan lindung di kawasan Gunung Sala, Pemukiman Bengga, Kecamatan Tangse, Pidie, dilaporkan musnah terbakar. Laporan terbaru yang diterima Serambi dari Kepala Badan Kesbangpol Linmas selaku Sekretaris Pelaksana Harian (Lakhar) Satkorlak Aceh, Drs M Djafar Djuned, hingga pukul 17.00 WIB, Sabtu (18/7), dari tujuh titik api, lima di antaranya sudah berhasil dikuasai. “Perintah Kalakhar Satkorlak Aceh agar mengerahkan segenap kemampuan telah dilaksanakan secara maksimal di lapangan,” kata Djafar.

Kobaran api membakar hutan lindung itu sejak Kamis (16/7). Sejauh ini belum diketahui pasti sumber api yang mengakibatkan areal hutan yang sebagian besar terdiri dari pohon pinus dan mahoni seluas 700 hektare itu dilalap sijago merah. Pihak Dinas Perkebunan dan Kehutanan Pidie memperkirakan api muncul akibat kemarau panjang.

Pantauan Serambi, kemarin, lidah api masih aktif membakar areal hutan lindung di kawasan Bengga. Meski kebakaran ini masih belum berpengaruh pada aktivitas masyarakat namun nasib satwa liar seperti harimau, rusa, dan binatang dilindungi lainnya yang hidup dalam kawasan hutan lindung tersebut diperkirakan terancam.

Kemarin, masyarakat setempat bersama Polisi Hutan (Polhut) dipimpin langsung Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Pidie, Ir Amin Affan MSi, melakukan pemutusan siklus api dengan cara sekat bakar secara manual. Hal itu dilakukan agar lidah api tidak merembes ke tempat lain. “Ini salah satu cara memutuskan aliran api, supaya kebakaran hutan tidak meluas,” kata Amin Affan didampingi Ketua Jagawana Pidie, Hanafiah.

Dikatakan, masyarakat di sana bersama Polhut telah dikerahkan untuk memadamkan api. “Kita belum mengetahui secara pasti apakah hutan lindung itu sengaja dibakar. Tapi, analisa kami hutan tersebut terbakar akibat kemarau ataupun pemanasan global,” tambah Amin Affan.

Muhammad Gadeng (40), warga Gampong Blang Maloe Bengga, Kecamatan Tangse, kepada Serambi menuturkan, api muncul pertama sekali dari arah Krueng Meurop (arah timur) yang masuk wilayah Gampong Blang Malu, yang kemudian menjalar ke kawasan hutan lindung di Gampong Blang Buebue. “Siang tidak tampak apinya. Tapi kalau malam kita bisa melihat secara jelas lidah api yang makin mengganas membakar hutan lindung,” kata Muhammad.

Petugas Teknik Dinas Perkebunan dan Kehutanan Pidie, Ir Said Husen, menjelaskan, kobaran api menyebar hingga mencapai tujuh titik. “Polhut bersama masyarakat sudah dapat memadamkan api pada empat titik sebelah timur arah Gunug Sala itu. Sedang tiga titik api lainnya di sebelah utara belum berhasil dipadamkan,” katanya.

Bupati Pidie, Mirza Ismail SSos, yang turut meninjau lokasi kebakaran, Sabtu (18/7) mengatakan, kebakaran ini diduga disebabkan ulah pembalak liar yang selama ini masih menebang kayu secara tidak beraturan. “Untuk itu saya minta kepada semua pihak menghentikan aksi pembalakan liar ini,” katanya.

Perintah Kalakhar Satkorlak
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Satkorlak Aceh, Muhammad Nazar yang juga Wagub Aceh telah memerintahkan semua pihak, baik Dinas Kehutanan bersama jajarannya, Pemkab Pidie maupun masyarakat untuk mengerahkan segenap kemampuan agar musibah kebakaran hutan lindung Gunung Sala, Kemukiman Bengga, Kecamatan Tangse, bisa segera diatasi.

Sekretaris Lakhar Satkorlak Aceh, Drs M Djafar Djuned yang mengubungi Serambi sekitar pukul 20.00 WIB tadi malam mengatakan, perintah Kalakhar Satkorlak Aceh sudah ditindaklanjuti di lapangan. “Dengan kerja keras semua pihak, Alhamdulillah lima titik api sudah berhasil dipadamkan. Tim masih bekerja terus di lapangan, dan mereka optimis malam ini (tadi malam, red) bisa menguasai semua titik api,” lapor Djafar Djuned.

Menurut Djafar, kondisi di lapangan terus dipantau dan dilaporkan, termasuk koordinasi dengan adan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bahkan pihak PNPB siap mengerahkan penyiram dari udara bila kobaran api semakin membesar dan sulit dikuasai. “Tapi mudah-mudahan denga kerja keras petugas di lapangan, kebakaran bisa segera teratasi,” demikian Djafar Djuned.(naz/nas)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: