Posted by: kualaclipping | July 18, 2009

Kapal Apung Diharapkan Jadi Keajaiban Dunia ke 9

www.serambinews.com on 18 July 2009, 09:39

BANDA ACEH – Keberadaan PLTD Kapal Apung yang dibawa tsunami dari pelabuhan Ulee Lheue ke Punge dengan melewati sejumlah pemukiman penduduk diharapkan bisa menjadi keajaiban dunia ke-9 dan sekaligus bisa menjadi obyek wisata yang mampu mengundang wisatawan asing ke Banda Aceh.

Hal itu dikemukakan Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin ketika membuka pelatihan pemandu wisata terpadu yang diselenggarakan Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Jumat kemarin. Namun, kata Mawardy Nurdin, untuk menjadikan PLTD Kapal Apung itu sebagai daya tarik wisatawan asing ke Aceh diperlukan dukungan semua pihak, termasuk tenaga pemandu wisata yang terlatih. “Selama ini ada kesan, untuk menjelaskan satu obyek wisata, antara satu pemandu wisata dengan pemandu yang lain berbeda. Ini jelas, karena para pemandu wisata tidak memiliki ‘ilmu’ tentang obyek yang dijelaskan,” katanya.

Karena itu, pada pelatihan ini, Pemko akan menghadirkan sejumlah pakar yang mampu memberikan ‘kebenaran’ informasi tentang suatu obyek wisata di Banda Aceh. Dikatakan, dalam tahun-tahun mendatang Pemko akan berusaha menghadirkan para turis asing ke daerah ini. “Dalam tahun 2010 mendatang, kita akan melakukan berbagai event,” katanya.

Dan, tahun 2011 akan dijadikan Tahun Kunjungan Wisata ke Aceh. “Insya Allah dengan dukungan semua pihak, secara perlahan turis akan terus hadir ke Banda Aceh,” katanya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, Ramli Rasyid mengatakan untuk memajukan sektor pariwisata, pihaknya kecuali melakukan pelatihan terhadap calon pemandu wisata, juga mengadakan kerjasama dengan pihak travel biro, perhotelan, dan restoran.

Sementara itu mantan Kepala Museum Aceh, Drs Nurdin AR yang dihubungi Serambi tentang peluang menjadikan tahun 2011 sebagai tahun Kunjungan Wisata ke Banda Aceh mengakui itu sangat tergantung dari komitmen pemerintah setempat. “Kalau Pemko dan kepala dinas pariwisata serius, saya optimis, sektor turism Banda Aceh akan berkembang,” katanya.

Sebab, tambah Nurdin AR, Banda Aceh selain memiliki sejumlah obyek wisata dan budaya yang begitu manarik, juga memiliki sejumlak koleksi obyek baru pascatsunami. “kecuali kapal apung, sejumlah obyek wisata peninggalan tsunami juga tersebar di berbagai pelosok kota, termasuk hadirnya museum tsunami Aceh di kawasan Blang Padang,” katanya.(sir)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: