Posted by: kualaclipping | July 18, 2009

Dayah Harus Jadi Pusat Pencerdasan

www.serambinews.com on 18 July 2009, 10:45

BIREUEN – Sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah melahirkan ulama sejak dulu, dayah harus tetap menjadi pusat pencerdasan bagi masyarakat. Karenanya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan revitalisasi terhadap lembaga dayah. Demikian antara lain disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar saat memberikan kuliah umum di hadapan 1.000 santri Dayah Mudi Mesra Samalanga, Bireuen, tadi malam. Dalam acara yang dilaksanakan usai shalat Isya itu, turut hadir Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Bireuen, Hamdani SH, Kabag Humas Pemerintah Aceh, Nurdin F Joes, serta utusan dari berbagai SKPA.

“Sejak dulu, dayah sangat berperan mencerdaskan umat, terbukti dengan lahirnya ulama-ulama besar. Namun akibat konflik, telah melemahkan kondisi pendidikan dayah dan meruntukan SDM Aceh secara umum. Namun, saat ini dimana Aceh sudah aman dan damai, merupakan waktu yang tepat untuk melakukan revitalisasi dayah. Sehingga peran yang sempat hilang itu akan bisa dilakukan lagi. Apalagi Pemerintah Aceh telah membentuk Badan Dayah yang belum pernah ada sebelumnya,” kata Wagub.

Pada kesempatan itu, Nazar juga meminta semua pihak untuk mendukung dayah, sehingga dayah akan menjadi sentral pencerdasan masyarakat. Apalagi, tambah Wagub, dengan UU yang ada akan dapat memberi warna tersendiri bagi kebangkitan Aceh ke arah yang lebih baik. “Saatnya Aceh bangkit dengan warna tersendiri yang islami sesuai UU yang ada,” ujarnya. Pagi ini, Wagub dan rombongan akan menghadiri Hari Ulang Tahun Ke-18 Lembaga Pendidikan Islam Raudhatul Maarif Al-Azziziyah di Desa Cot Trueng, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Pendidikan terpadu
Sementara itu, pada sore kemarin, Wagub bersama Pimpinan Dayah Mudi Mesra, Waled Hasanul Basri, meninjau lokasi pembangunan lembaga pendidikan Islam milik dayah tersebut terpadu di kawasan Batee Iliek, Samalanga, Bireuen. Dayah Mudi Mesra dalam waktu dekat akan mengembangkan lembaga pendidikan Islam terpadu di areal seluas 16 hektare. Nantinya, lembaga dayah itu akan memiliki jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Tanahnya telah kita sediakan, Isya Alllah awal 2010 pembangunan fisik akan dimulai,” kata Waled Hasanul.

Menurutnya, saat ini Mudi Mesra mendidik 2.100 santriwan dan 875 santriwati. Dikatakan, selain menempuh pendidikan agama, mereka menempuh pendidikan umum dari TK sampai universitas, “Namun jumlah fakultasnya masih terbatas. Nantinya Budi mesra akan membuka semua jurusan yang potensial di Aceh,” jelasnya.(jal)


Responses

  1. ide bagus..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: