Posted by: kualaclipping | July 18, 2009

200 Ton Sawit Warga Terancam Busuk; PKS Seumantok Prioritaskan Tampung Sawit PTPN

www.serambinews.com on18 July 2009, 09:18

KUALA SIMPANG – Sedikitnya 200 ton tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat Desa Seumeuntok, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang terancam busuk karena sudah lima hari mengantre untuk dibongkar ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Seumentok. Pihak PKS mengaku kewalahan menampung TBS warga. Selain jumlahnya sangat banyak karena sedang panen puncak, PKS juga memprioritaskan menampung TBS hasil produksi dari PTPN-Langsa.

Amatan Serambi, Jumat (17/7) puluhan truk yang mengangkut lebih kurang 200 ton TBS terpaksa parkir menunggu antrean di gudang pembongkaran PKS Seumentok. Banyak petani yang mengeluhkan kondisi tersebut. Menurut petani, mereka sudah berada di gudang sejak Senin (13/7) hingga saat ini masih terus menunggu pembongkaran tanpa kejelasan.

“Jika terus begini, kami terpaksa merugi karena TBS akan terus menyusut dan pastinya akan segera membusuk,” kata seorang petani, Usman kepada Serambi yang diiyakan oleh teman-temannya, Azmi, Adi, Syafrizal, Adam, yang kesemuanya warga Desa Seumentok. Usman juga menyatakan keheranannya terhadap kebijakan pabrik. Karena pihak perusahaan tetap menyatakan akan membeli. Namun hingga kini TBS warga tidak diizinkan dibongkar. Sedangkan TBS milik PTPN-I yang setiap harinya masuk terus dilakukan penimbangan dan langsung dibongkar.

“Jika pihak pabrik menyatakan tidak mau membeli milik petani, maka kami akan menjual ke pabrik lain. Sehingga barang kami tidak menyusut dan membusuk,” kata Usman dengan nada yang terdengar geram. Ada hal lain yang dinilai aneh, tambah Usman, sebagian truk yang dipenuhi muatan TBS milik petani diperbolehkan naik ke timbangan, namun ketika hendak dilakukan pembongkaran, pihak pabrik menyatakan bahwa TBS milik warga telah membusuk. “Kami telah menunggu hingga berhari-hari, namun saat muatan kami hendak dibongkar mereka malah menyatakan TBS itu telah busuk, dan mereka tidak lagi bisa menerima,” ketus Usman.

Petani sawit warga Desa Sungai Yu, Seuruway, dan Tualang Cut, Aceh Tamiang juga mengeluhkan hak serupa. Menurut mereka, sejak Senin (13/7) lalu hingga saat ini belum ada kepastian TBS yang telah mereka bawa akan dibongkar di PKS tersebut. “Kami kecewa dengan kondisi seperti ini. Karena dari hari ke hari TBS kami akan terus menyusut hingga 10 persen, dan bahkan membusuk. Tentu kami akan merugi hingga ratusan juta rupiah,” kata Jali, warga Desa Sungai Yu.

Panen puncak
Sementara itu, Petugas Bagian Administrasi PKS Seumentok, Syafrizal yang dikonfirmasi terkait tidak ditampungnya TBS milik petani, mengatakan bahwa kebijakan itu diambil karena sedang banyaknya stok TBS. “Ini disebabkan sedang berlangsungnya panen puncak sehingga TBS terus menumpuk,” kilahnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sangat kewalahan dalam menampung TBS para petani. Karena selain harus menampung TBS milik PTPN-Langsa, pihaknya juga harus tetap menampung TBS milik masyarakat di Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang. “Mungkin di PKS manapun saat ini sedang membludaknya hasil TBS. Kita berharap petani yang membawa TBS agar bisa bersabar,” pungkas Syafrizal.(yuh)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: