Posted by: kualaclipping | July 9, 2009

Harga Sawit Merosot Lagi; Karet Rp 4.500/Kg

www.serambinews.com on 9 July 2009, 08:32

IDI – Harga komoditas kelapa sawit kini mulai kembali menunjukkkan trend penurunan, meski sebelumnya sempat bangkit setelah dihajar krisis ekonomi global. Para petani pekebun mulai resah, karena tidak ingin peristiwa sama seperti akhir tahun 2008 lalu kembali terulang. Saat ini, seperti diutarakan Faisal, petani kelapa sawit di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, harga sawit setiap harinya turun antara kisaran Rp 10 sampai Rp 30 per kilogram tandan buah segar (TBS). Kondisi itu dikatakan, telah terjadi sejak tiga bulan terakhir.

“Coba bayangkan, harga jual kelapa sawit dari hari ke hari terus turun. Antara Rp 10 hingga Rp 30. Bila kondis ini terus terjadi, maka dalam satu bulan mendatang, berapa harga kelapa sawit yang harus kami jual kepada agen,” keluhnya kepada Serambi, Rabu (8/7). Katanya, harga jual kelapa sawit di tingkat petani saat ini telah berada di level Rp 600 per kilogram TBS, turun dibanding beberapa bulan lalu yang pernah mencapai Rp 1.000 hingga Rp 1.200 per kilogram. “Kondisi ini menyebabkan ekonomi petani sawit menjadi lesu,” keluhnya.

Menurut Faisal, idealnya harga kelapa sawit ditingkat petani berkisar Rp 1.100 hingga Rp 1.400 per kilogram. “Dengan harga tersebut, seluruh biaya operasional maupun biaya hidup para petani akan terpenuhi,” ujar Faisal lagi. Sebelumnya sebagaimana kita ketahui, November tahun lalu, harga kelapa sawit mengalami keterpurukan sangat dalam. Dari sebelumnya sekitar Rp 1.400 per kilogram, anjlok hingga hanya dikisaran Rp 350 per kilo TBS. Memasuki 2009, harga berangsur naik. Akhir Mei lalu, harga telah mencapai Rp 1.200, mendekati mendekati harga normal sebelumnya Rp 1.400 per kilogram.

Karet bertahan
Sementara itu, komoditas perkebunan lainnya: karet, hingga kini masih belum menunjukkan pergerakan yang menggembirakan. Kata Faisal, sudah sejak tiga bulan lalu, harga getah karet bertahan Rp 4.500 per kilogram. Sebelumnya, karet sempat bercokol Rp 10.000 sampai Rp 11.000 per kilo.

“Meskipun harga getah turun, namun tidak terlalu memberatkan petani karena komoditas karet tidak terlalu dominan jika dibandingkan kelapa sawit,” ucapnya. Karena itu, ia berharap adanya perhatian khusus dari pihak terkait untuk dapat menstabilkan harga-harga komoditas perkebunan ini.(na)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: