Posted by: kualaclipping | July 8, 2009

Silat Pelintau Tamiang Akan Goyang Pentas PKA

www.serambinews.com on 8 July 2009, 14:28

KUALA SIMPANG – Kesenian tradisional Aceh Tamiang, silat pelintau direncanakan akan ditampilkan untuk menggoyang pentas PKA V 2009 yang digelar di Banda Aceh, Agustus nanti. Kesenian tradisional yang biasa dipertontonkan dalam acara pesta pernikahan itu diharapkan akan mendapat simpati penonton.

“Diperkirakan silat pelintau yang biasa ditampilkan dalam kegiatan hiburan pesta pernikahan dan pesta sunatan akan menjadi tontonan khusus yang menarik karena gerakannya yang unik dan menantang bahaya,” kata pelatih silat pelintau Tamiang, Nukman kepada Serambi, Selasa (7/7).

Namun diingatan Nukman, penampilan silat pelintau yang menggunakan pedang, toya, dan pisau serta diiringi dengan tari piring hanya merupakan hiburan yang tidak ada “jampi-jampi”. Karena itu diharapkan kepada penonton dan pihak lain yang menyaksikan hendaknya tak perlu melakukan upaya yang bisa menciderai pesilat dengan cara yang menggunakan ilmu-ilmu (magic).

Apalagi seni silat pelintau ini hanya merupakan hiburan tradisional yang dimainkan anak remaja yang masih belia. “Tujuannya hanya sebagai hiburan untuk menampilkan khasanah budaya yang ada di Aceh Tamiang,” katanya. Silat pelintau akan dirangkaikan dengan tarian piring yang disebut “Tari Inei” dengan menampilkan remaja putri dan remaja putra di antara para pesilat lintau yang saling tebas pedang dan saling pukul kayu toya yang dipersiapkan.

Masih menurut Nukman, silat pelintau bukan merupakan olah raga pencak silat yang dipertandingkan, tapi hanya merupakan seni tradisional yang dipagelarkan dalam suatu kegiatan hiburan secara khusus. Gerakan silat pelintau diiringi dengan nyanyian dan musik tradisional yang mengalunkan dominan irama gendang seperti “tari debus” (tob daboeh), tapi tidak menghujamkan senjata tajam ke tubuh sendiri. Senjata berupa pedang, pisau dan toya sebagai senjata untuk saling bertarung satu dengan yang lainnya.

Penonton akan melihat gerakan silat pelintau yang terkesan sebuah perkelahian benaran dengan menggunakan senjata tajam. Dalam suasana tegang penonton juga secara bersamaan menikmati pula gerakan tarian dari remaja putri di antara perkelahian menggunakan senjata tajam tersebut. “Karena itu silat pelintau hanyalah sebuah hiburan yang mengkombinasikan kekerasan dan kelembutan,” urainya.(an)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: