Posted by: kualaclipping | July 8, 2009

Pelayanan RSU Buruk: Keluarga Nelayan Mengadu ke Labna

www.serambinews.com on 8 July 2009, 15:22

BANDA ACEH – Merasa kecewa terhadap pelayanan petugas di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, keluarga pasien Safrina (19) asal Aceh Timur, terpksa mengadu ke Lembaga Advokat Buruh dan Nelayan (Labna). Lembaga tersebut telah mengadvokasi dengan melayangkan surat pengaduan ke Menkes RI di Jakarta.

Ketua Labna, Zainuddin Salam, didampingi Safruddin SH kepada Serambi Selasa (7/7) mengatakan, buruknya pelayanan petugas di RSUZA Banda Aceh itu kini telah terulang kembali. Dijelaskan, pada Sabtu (3/7), keluarga pasien Safrina dari Aceh Timur meresakan kekecewaan yang sangat mendalam terhadap buruknya pelayanan di RSUZA Banda Aceh.

Keluarga miskin dari komonitas nelayan di Aceh Timur itu merujuk anaknya ke RSUZA hanya berbekal kartu Jamkesmas. Namun, pada saat itu kartu Jamkesmas tersebut petugas rumah sakit menganggap kartu tidak berlaku sebagai kelengkapan adminitrasi berobat. Sebab, tambah Zainuddin, oleh petugas RSUZA mengatakan kartu tersebut tidak diproses terlebih dahulu ke bagian Askeskin.

“Bagai mana keluarga pasien bisa memproses, pada hari Sabtu dan Minggu bagian Askeskin tutup, jadi kemana harus diurus,” katanya. Seharusnya, tambah Zainuddin, pelayanan terhadap pasien jangan ditunda-tunda, tapi terus berlanjut hingga perawatan medis. Sedangkan perlengkapan administrasi bisa diurus secara berjalan.

Karena itu, pasien dari keluarga tak mampu itu kesulitan mendapatkan darah. Terakhir, seorang keluarga pasien itu mendonorkan darahnya untuk Safrina, namun sebut Ketua Labna itu, keluraga tak mampu itu masih dibebankan membayar biaya Rp 120.000/kantong darah. “Ketika kami sampaikan bahwa kami punya kartu Jamkesmas, pihak rumah sakit tetap ngotot meminta kami untuk membayarkan uang jaminan Rp 120.000/kantong darah, dan uang tersebut katanya akan dikembalikan setelah pengurusan Jamkesmas di bagian Askeskin. Sedangkan pada saat itu keluarga korban benar-benar tidak mempunyai uang,” kuasa hukum keluarga miskin tersebut.

Lapor ke Menkes RI
Karena itu pula, Labna telah mengadvokasi laporan tersebut dan telah mengadukan kasus itu ke Menkes RI. Disebutkan, surat bernomor 18/Kes/Labna/VI/09 itu telah dikirim pada Minggu (5/7). Inti dari isi surat tersebut, meminta Menkes RI meninjau kembali program Jamkesmas yang dijalankan oleh PT Askes.

Disebutkan, program jaminan kesehatan bagi masyarakat yang dilaksanakan oleh pemerintah melalui surat Menteri Kesehatan RI No 112/Menkes/II/2008 itu, tidak berjalan sesuai harapan masyarakat. Pasalnya, hingga kini masyarakat masih merasa sulit dalam memperoleh pelayanan dengan menggunakan Jamkesmas tersebut.(tz)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: