Posted by: kualaclipping | July 7, 2009

Gunong Ujeuen Jadi Lokasi PMR

www.serambinews.com on 7 July 2009, 09:35

CALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya menyatakan lokasi penambangan emas Gunong Ujeuen, Kecamatan Krueng Sabe, yang sudah ditutup beberapa hari lalu akan dijadikan wilayah Penambangan Rakyat (WPR). Direncanakan izin yang bakal diberikan hanya untuk 19 koperasi adalah izin pertambangan rakyat (IPR).

Selain izin penambangan di Gunong Ujeuen, Pemkab sudah mengintruksikan pada usaha pengolah batu emas yang sudah mencapai ratusan unit di wilayah itu belum mengantongi izin agar segera mengurus izin sehingga menjadi legal dan bila tidak akan diambil tindakan tegas. Bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman melalui Kabag Perekonomian Setdakab, Yerri Afzal kepada Serambi, Senin (6/7), sehari sebelumnya Bupati Azhar menyatakan, Pemkab Aceh Jaya beberapa hari lalu sudah mengeluarkan surat bahwa lokasi penambangan emas Gunong Ujeuen ditutup karena penambangan selama ini ilegal atau tanpa izin resmi dari pemerintah. “Bila mereka tetap melakukan aksi penambangan tanpa izin, maka akan diambil tindakan tegas,” ujarnya.

Kabag Perekonomian menyatakan, Pemkab sedang minta dukungan dari Gubernur Aceh sebagai lokasi pencadangan wilayah penambangan rakyat (WPR) yang dikelola oleh kelompok masyarakat/koperasi dari masyarakat setempat. Kini, Pemkab merencanakan bahwa lokasi tambang emas di Gunong Ujeuen akan dikelola oleh 19 koperasi yakni 11 koperasi dibentuk dari Kemukiman Kreueng Sabe Kecamatan Krueng Sabe dan 8 koperasi dari Kemukiman Panga Kecamatan Panga.

Ia menambahkan selain izin tambang emas, Pemkab sudah mengintruksikan pengusaha pengolah emas yang membuka usaha di Kecamatan Krueng Sabe dan Panga supaya mengurus izin sebagai tempat usaha pengolah emas yang didatangkan dari Gunong Ujeuen. Dan izin yang harus dibuat sebagaimana edaran Pemkab adalah izin SITU, HO, NPWP, SIUP, TDP, dan TDI/IUI.

Pemkab sedang mencari lokasi yang layak digunakan sebagai tempat usaha tambang yakni jauh dari pemukiman penduduk dan jauh dari sungai Krueng Sabe sehingga limbah tidak lagi dibuang. “Pemkab merencanakan seluruh usaha pengolah emas itu akan ditempatkan pada satu lokasi. Ya harapan Pemkab mereka segera mengurus izin,” sebut Yerri.

Sementara itu, Koordinator LSM Mataradja Aceh Jaya, Teuku Asrizal menyesalkan terhadap tidak dibentuknya lembaga pertambangan dan energi di Aceh Jaya. Lembaga ini perlu sehingga Pemkab dan DPRK perlu duduk bersama lagi memusyawarahkan ini sehingga tidak berdampak mundurnya pembangunan daerah. “Terlebih selama ini sangat banyak potensi pertambangan, akan tetapi tidak ada lembaga teknis,” jelasnya.(riz)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: