Posted by: kualaclipping | July 6, 2009

KPP Minim juga Karena Kegagalan Pemda

www.serambinews.com on 6 July 2009,08:43

BANDA ACEH – Direktur Utama Bank BPD Aceh, Aminullah Usman, tak terima bila persoalan rendahnya penyaluran kredit pemberdayaan penguasaha (KPP) korban tsunami hanya dibebankan kepada bank yang dipimpinnya. Menurut dia, kelambatan itu juga terjadi karena kegagalan pemerintah Aceh, dalam hal ini Biro Ekonomi.

“Biro ekonomi seharusnya mencari solusi. Kelambatan penyaluran ini juga berarti kegagalan Biro Ekonomi,” ucapnya kepada Serambi, Minggu (5/7). Aminullah mengatakan hal itu guna menanggapi pernyataan Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Muhammad. Sebagaimana diberitakan kemarin, Muhammad kembali menyentil Bank BPD Aceh karena realisasi penyaluran KPP masih rendah, yakni Rp 12,3 miliar atau baru 1,3 persen dari total kredit yang harus disalurkan, Rp 900 miliar.

“Nominal penyaluran kredit itu, baik dilihat dari jumlah nasabah maupun dari kredit yang sudah disalurkan, masih sangat sedikit dan jauh dari harapan,” demikian kata Muhammad, Jumat (3/7). Aminullah yang kemarin mengaku baru saja tiba di Banda Aceh, memang tidak menampik angka-angka realisasi yang disebutkan tersebut. Namun dia menyayangkan pernyataan Kepala Biro Ekonomi yang seakan-akan membebankan kelambatan penyaluran KPP hanya kepada BPD.

Menurut dia, salah satu tugas Biro Ekonomi adalah mencari solusi terhadap permasalahan keterlambatan tersebut. Nah, pihaknya mengaku telah jauh-jauh hari menyatakan tidak sanggup bila harus menyalurkan seluruh dana yang ada tersebut dalam waktu singkat, sehingga meminta agar diberi kesempatan kepada bank-bank lain untuk ikut membantu. “Tetapi mana bank-bank itu. Kenapa nggak ada. Itu kan tugas Biro Ekonomi,” tukasnya.

Karena itu, bila penyaluran KPP oleh BPD dinilai lamban, maka kelambanan itu menurutnya juga bentuk dari kegagalan Biro Ekonomi. “Biro Ekonomi saya pikir nggak sabar. Sebenarnya, beliau juga harus memahami mekanisme perbankan,” tambah Aminullah. Selain itu, meski selama ini BPD dinilai lamban, pihaknya mengaku tetap jalan terus. Buktinya, realisasi kredit BPD secara keseluruhan hingga akhir Juni 2009 telah mencapai Rp 5,3 triliun, melampaui realisasi kredit tahun 2008 kemarin yang mencapai Rp 4,5 triliun.

Soal keikut sertaan bank lain ini, Muhammad kemarin juga telah menyampaikan kalau pihaknya terus berupaya. Bahkan Gubernur Aceh telah dua kali menyurati Departemen Keuangan. “Sampai saat ini Depkeu masih menunggu jawaban dari bank-bank nasional di Jakarta. Ini adalah wewenang Depkeu untuk membolehkan bank lain selain BPD menyalurkan KPP,” ujarnya.(yos)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: