Posted by: kualaclipping | July 6, 2009

56 Perusahaan Asing Dapat Izin Investasi di Aceh; Nilainya 5,8 Miliar Dolar AS

www.serambinews.com on 6 July 2009, 10:45

BANDA ACEH – Dari tahun 2005 hingga 2009, jumlah perusahaan asing yang telah mendapat persetujuan investasi penanaman modal asing (PMA) di Aceh dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat mencapai 56 perusahaan dengan nilai investasi 5,8 miliar dolar AS. Sementara untuk kategori PMDN baru tujuh perusahaan dengan rencana investasi Rp 11,8 triliun.

“Sebanyak 56 perusahaan asing yang telah mendapat persetujuan investasi tersebut, pada umumnya bergerak dalam bidang usaha pertambangan, migas, listrik, konstruksi, perkebunan, perdagangan, jasa, dan lainnya,” ungkap Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Anwar Muhammad kepada Serambi, Minggu (5/9), ketika dimintai penjelasannya mengenai jumlah perusahaan asing yang telah mendapat persetujuan investasi dari BKPM Pusat di Aceh.

Perusahaan-perusahaan asing yang telah mendapat persetujuan investasi itu, kata Anwar, dia imbau bisa secepatnya merealisasikan rencana investasinya, terutama yang bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik. Misalnya, PT Decobra Aceh dari Jerman yang telah mendapat persetujuan investasi dalam bidang pembangkit tenaga listrik dari BKPM Pusat pada 22 Mei 2008, lokasinya di Banda Aceh dengan nilai investasi 60 juta dolar AS.

Selain itu, sebut Anwar, masih ada dua perusahaan lain yang bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik, yaitu PT SPM Sabang Energi, dari Malaysia. Perusahaan ini telah mendapat izin persetujuan investasi pada 31 Juli 2008 dan rencananya akan membangun pembangkit listrik tenaga air di Aceh Tenggara dengan investasi 250 juta dolar AS.

Masih dalam bidang yang sama, yaitu PT Byzantine Indonesia Industries kerja sama antara Malaysia dengan Taiwan, sudah mendapat izin persetujuan investasi pada 23 Januari 2009, akan menanamkan investasinya dalam bidang pembangkit tenaga listrik di Kota Lhokseumawe dengan nilai investasi 4,3 juta dolar AS.

Menurut Anwar, seruan itu ia sampaikan kepada tiga perusahaan asing yang menyatakan telah siap menanamkan modalnya di bidang listrik itu, karena sekarang ini Aceh sedang krisis listrik. “Jadi, sangat tepat sekali jika ketiga perusahaan asing itu secepatnya melaksanakan rencana investasinya. Sebab, dengan bertambahnya sumber tenaga listrik di Aceh, bisa mendorong investasi di bidang lainnya masuk ke Aceh,” tukas Anwar.

Menurutnya, minat investor untuk membangun pusat perdagangan seperti pembangunan pusat perbelanjaan moderen, mainan anak-anak, dan tempat hiburan masyarakat di Aceh cukup besar. Tapi karena ketersediaan listriknya tidak cukup, investornya terpaksa menunda dulu rencana investasinya. “Laporan ini kami terima dari Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, dan para bupati/walikota di berbagai kabupaten/kota lainnya di Aceh,” ungkap Anwar.

Dia tambahkan, minat investor asing menanamkan modalnya ke Aceh setelah penandatanganan Nota Kesepahaman Damai 15 Agustus 2005 lalu terus meningkat. Ini bisa dilihat dari perusahaan asing yang mengajukan persetujuan izin dan yang telah mendapat persetujuan investasi dari BKPM Pusat yang juga terus meningkat. Tahun 2005 ada 4 perusahaan dengan nilai 3,9 miliar dolar AS, tahun 2006 naik menjadi 10 perusahaan dengan nilai 53 juta dolar AS.

Tahun 2007 bertambah 11 perusahaan dengan nilai 36, 6 juta dolar AS, tahun 2008 tambah lagi mencapai 22 perusahaan dengan nilai 1,5 miliar dolar AS dan tahun 2009 ini sampai posisi Juni 2009 bertambah 9 perusahaan dengan nilai investasi 384 juta dolar AS. Total perusahaan asing yang telah mendapat persetujuan investasi di Aceh sampai awal Juli 2009 lalu mencapai 56 perusahaan dengan nilai investasi 5,8 miliar dolar AS.

Selain di bidang listrik, kata Anwar, yang kini sangat diharapkan realisasi investasinya adalah di bidang industri pupuk alam/nonsintetis hara makropromer. Untuk investasi bidang usaha ini juga sudah ada investornya, yaitu PT Kahayang Agro dari Korea Selatan. Perusahaan ini telah mendapat izin persetujuan investasi pada 2 April 2009 dengan nilai investasi 500 ribu dolar AS dengan lokasi Kabupaten Aceh Singkil.

Industri pupuk lainnya juga ada. Misalnya, industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian. Perusahaan yang telah mendapat izin investasinya adalah PT Macro Ekonomi Development Indonesia. Perusahaan ini telah mendapat izin, 23 Februari 2009 lalu, dengan nilai investasi 245 juta dolar AS dengan lokasi investasi Kabupaten Bireuen.

Saat ditanya apakah sekarang ini perusahaan-perusahaan asing yang telah mendapat izin investasi di bidang produksi pupuk, pembangkit tenaga listrik, dan bidang lainnya itu sudah merealisasikan investasinya. “Badan Investasi dan Promosi Aceh belum mendapat penjelasan dari masing-masing perusahaan tersebut,” tukas Anwar.

Kewajiban melaporkan realisasi investasi kepada Pamerintah Aceh via Badan Investasi dan Promosi Aceh, kata Anwar, akan diatur dalam Rancangan Qanun (Raqan) Kemudahaan Investasi Aceh yang kini sedang dibahas DPRA. Dalam raqan itu dimuat kewajiban semua perusahaan asing yang bergerak di Aceh wajib membuka kantor perwakilannya di Aceh.

Masing-masing perusahaan itu, kata Anwar, belum melaporkan realisasi investasinya ke kita kemungkinan karena belum ada aturan yang mengikat mereka. Tapi setelah raqan Kemudahan Investasi itu disahkan DPRA, maka mereka wajib membuka kantor perwakilan dan melaporkan realisasi investasinya ke Badan Investasi dan Promosi Aceh.

Disebutkan juga bahwa dari 56 perusahaan asing yang telah mendapat persetujuan investasi itu, ada beberapa perusahaan yang telah merealisasikan investasinya. Di antaranya PT SAI, PT Semen Padang, dan Sepeda Motor Beijing dari Cina. Kedua perusahaan ini telah merealisasikan investasinya. “Bukti realisasinya bisa dilihat di Lhoknga dan di jalan Krueng Raya. Bahkan untuk produk sepeda motor Beijing, telah dipasarkan di Aceh sejak tahun lalu,” ungkap Anwar. (her)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: