Posted by: kualaclipping | July 4, 2009

Pabrik Cuma Satu; Ratusan Ton Sawit Petani Subulussalam tak Tertampung

www.serambinews.com on 4 July 2009, 09:46

SUBULUSSALAM – Setiap harinya, diperkirakan ratusan ton tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani di Subulussalam tak tertampung di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Kondisi ini menyebabkan beban petani kian berat. Apalagi harga komoditas tersebut sedang merosot. “Karena itu, petani mengharapkan kehadiran satu pabrik lagi di Subulussalam,” kata Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Kota Subulussalam, Netap Ginting, kepada Serambi, Jumat (3/7).

Menurut dia, permintaan akan hadirnya satu lagi PKS ini sangat beralasan. Disebutkan, total luas perkebunan sawit milik petani di Subulussalam mencapai 20.000 hektare, dengan produksi per hari 500 sampai 600 ton. Meski sebenarnya PKS yang ada saat ini–PT Lestari Tunggal Pratama– mempunyai kapasitas hingga 700 ton, namun karena banyaknya pasokan dari berbagai daerah, banyak sawit petani yang tidak tertampung. “Selain menampung TBS petani lokal, pabrik juga menampung dari petani luar seperti dari Nagan Raya dan Danau Paris. Selain itu ada juga dari sawit dari kebun kontrak dengan Asdal dan PTP milik LTP,” ungkapnya.

Ratusan truk pengangkut sawit bahkan harus antre hingga dua malam di pabrik, sehingga dapat mempengaruhi kualitas dan bobot sawit. Dia memperkirakan, sawit petani Subulussalam yang tidak tertampung per harinya mencapai sekitar 300 ton. Membawa ke luar daerah juga tidak memungkinkan karena risiko biaya serta ancaman sawit yang membusuk. “Karena itu, setidaknya ada satu lagi pabrik yang dibangun untuk menampung sawit petani Subulussalam ini,” ujar Netap. Apalagi, sambungnya, kedepan produksi sawit petani akan terus bertambah hingga mencapai 1.000 ton per hari.

Selain persoalan tersebut di atas, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah polemik antar petani dengan pihak pabrik. Catatan Serambi, konflik telah beberapa kali terjadi. Awal tahun lalu misalnya, ratusan petani menggelar aksi demo ke kantor walikota karena sistem yang diberlakukan pihak pabrik dinilai merugikan petani. Demo kembali terjadi awal bulan lalu dan kini, petani kembali mengancam akan menggelar demo lantaran aspirasi mereka belum juga dipenuhi.(kh)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: