Posted by: kualaclipping | June 28, 2009

Kerusakan Hutan Gayo Berdampak Negatif di Pesisir Aceh

www.serambinews.com on 28 June 2009, 09:29

REDELONG – Kerusakan hutan di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah akan berdampak negatif terhadap daerah pesisir Provinsi Aceh. Dua kabupaten bagian tengah Aceh itu merupakan daerah tangkapan air (cheachment area) yang akan memasok air ke Aceh bagian pesisir dari sejumlah sungai dan resapan tanah.

Hal itu dikatakan Project Leader Yayasan Louser International New Zealand AID (YLI-NZAID), DR Ir Syahrul MSc saat menggelar sosialisasi Program Perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Oproom Kantor Sekdakab Bener Meriah, Kamis (25/6). Syahrul mengatakan, wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan daerah hulu tangkapan air dari sembilan Daerah Aliran Sungai (DAS) di pesisir Aceh. Sembilan DAS itu tersebar pada dua kabupaten itu, empat DAS bersumber dari Kabupaten Bener Meriah dan lima DAS berasal dari tangkapan air yang ada di Kabupaten Aceh Tengah.

Ia menjelaskan, DAS yang berasal dari daerah Kabupaten Bener Meriah itu yakni DAS Krueng Jambo Aye, Krueng Pase, Krueng Mane dan Krueng Keureutoe Kabupaten Aceh Utara. Sedangkan DAS yang hulunya berasal dari Kabupaten Aceh Tengah akan mengaliri air melalui Krueng Peusangan Bireuen, Krueng Meureubo dan Krueng Woyla Kabupaten Aceh Barat, Krueng Seunagan dan Krueng Tripa di Kabupaten Nagan Raya.

Karenanya, bila kondisi bagian hulu DAS itu dirusak, maka akan berdampak negatif pada daerah itu secara keseluruhan. “Bila hulu DAS ini terus mengalami kerusakan, maka akan menyebabkan bencana alam seperti, banjir, kekeringan dan tanah longsor,” jelas Syahrul. Untuk mengantipasi dampak negatif dari kerusakan hutan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah itu, maka sangat diperlukan pengelolaan hulu DAS secara baik sesuai dengan peruntukan dan kaedah konservasi. “Kita harus menyadari pentingnya kawasan DAS di Provinsi Aceh ini karena untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan,” kata Syahrul

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bener Meriah, Ir Darussalam, Sabtu (27/6) menambahkan, hingga saat ini kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Bener Meriah telah mencapai sekitar 5.000 hektare yang disebabkan oleh penebangan liar (illegal logging). Bila tidak ditangani secara serius, dikuatirkan kerusakannya akan semakin parah. Bahkan, akibat kerusakan itu, negara akan mengalami kerugian miliaran rupiah. Sosialisasi Program Perlindungan DAS yang digelar YLI-NZAID itu, dihadiri oleh sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan puluhan kepala kampung dan masyarakat Kabupaten Bener Meriah yang berlangsung sehari penuh.(c31)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: