Posted by: kualaclipping | June 28, 2009

Jangan Politisir Objek Wisata Tamiang

www.serambinews.com on 28 June 2009, 09:12

KUALA SIMPANG – Kawasan hulu di Aceh Tamiang saat ini mulai ramai dikunjungi warga setiap akhir pekan dan musim liburan. Terutama di daerah-daerah objek wisata, seperti air terjun Sangka Pane di Kecamatan Bandar Pusaka, air terjun Pintu Kowari dan Goa Kampung Selamat Kecamatan Tenggulun, serta berbagai objek pemandian air gunung yang mengalir di Kecamatan Tamiang Hulu.

Menurut salah seorang warga yang merupakan mantan khatib masjid di Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, Ustaz Maryani (meski nama wanita, tapi seorang pria), Sabtu ( 27/6), kawasan hulu di Aceh Tamiang mulai ramai dikunjungi warga setiap hari. Sehingga pendapatan warga di kawasan hulu Aceh Tamiang mulai meningkat. Banyak warga yang berkunjung ke hulu Aceh Tamiang karena banyak terdapat objek wisata.

Apalagi menjelang hari libur/pekan berbondong-bondong warga dari berbagai desa dan kecamatan di Aceh Tamiang datang ke objek-objek wisata di kawasan hulu. Terutama di air terjun Pintu Kowari, Sangka Pane, Goa, dan alur di kaki bukit Desa Selamat, Tenggulun yang paling ramai dikunjungi warga yang ingin berhari libur dengan biaya murah.

Kata Maryani, objek wisata di kawasan hulu Aceh Tamiang pada masa konflik nyaris tanpa pengunjung. Selanjutnya setelah damai, kawasan objek wisata di hulu Sungai (Krueng) Tamiang baru mulai dikunjungi lagi. Bahkan beberapa hari lalu, seluruh murid sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang bersama guru-gurunya melaksanakan kemah bersama dan melakukan kegiatan kompetisi berbagai cabang olah raga di kawsan wisata bendungan air gunung Desa Selamat, Tenggulun. Warga yang dulunya tak punya mata pencarian dengan terbukanya objek wisata, kembali memiliki harapan mendapat mata pencarian kendati hanya dua hari dalam sepekan (Sabtu-Minggu).

Kata Maryani, pihak kemanan dari kepolisian, polisi SI/ Wilayatul Hisbah (WH) boleh melihat-lihat kalau-kalau ada pelanggaran SI, tapi tak perlu arogan dalam menindak pelanggaran. “Kalau salah berikan hukuman berdasarkan kadar kesalahannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena dalam ajaran Islam yang haram tetap haram, tidak boleh dihalalkan,” kata Maryani.

Namun diminta agar dalam penindakan dan apapun alasan keamanan dilakukan secara persuasif dan hindarkan nuansa politis. Sementara itu lembaga terkait yang mengurusi pariwisata hendaknya bisa bekerja menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk warga yang ingin menikmati objek wisata alam yang memang sudah ada. Misalnya membuat mushola dan tempat-tempat rehat yang nyaman serta sarana mandi , cuci dan kakus (MCK) untuk pengunjung objek wisata tersebut.(an)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: