Posted by: kualaclipping | June 27, 2009

Perusahaan Perkebunan Diduga Rambah Hutan: Dishutbun Tamiang Turunkan Tim Investigasi

www.serambinews.com on 27 June 2009, 08:56

LANGSA – Menyusul adanya laporan bahwa terdapat sejumlah perusahaan perkebunan pemegang hak guna usaha (HGU) di Kabupaten Aceh Tamiang telah merambah kawasan hutan lindung dan hutan produksi, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Tamiang menurunkan tim investigasi sejak sebulan lalu. Tim akan segera merampungkan laporan atas pelanggaran ekpansi modal oleh perusahaan di kawasan hutan lindung dan produksi di Aceh Tamiang. Kadishutbun Aceh Tamiang, Syahri SP mengatakan, pihaknya sedang meneruskan sejumlah laporan terkait adanya perambahan hutan lindung dan hutan produksi di Tamiang.

“Kita sudah bergerak sebulan lalu. Tim bergerak sesuai dengan peta arah fungsi yang dikeluarkan oleh gubernur pada tahun 1999 tentang kawasan hutan lindung dan produksi. Kita akan menginvestigasi kembali titik koordinat. Dalam waktu dekat, kita akan laporkan hasilnya,” katanya menjanjikan. Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Tamiang, Mursil SH yang dikonfirmasi terkait tudingan tidak validnya data HGU yang dimiliki BPN Aceh Tamiang, membantah dengan mengatakan bahwa dalam setiap pembentukan SK HGU tetap akan masuk kedatabase BPN. “Setiap adanya pengukuran kita juga selalu memasang patok sesuai dengan SK HGU,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, luas lahan yang digarap oleh 16 dari 54 (sekitar 30 persen) perusahaan perkebunan yang memegang hak guna usaha (HGU) baik di wilayah hulu maupun hilir Kabupaten Aceh Tamiang disinyalir melampaui luas yang izin yang diberikan. Sehingga, selain berdampak terhadap minimnya pendapatan dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB), juga menyebabkan lahan garapan masyarakat jadi menyempit. “Ini berdasarkan hasil pemantauan kami sampai Juni 2009. Dari 54 perusahaan perkebunan yang memiliki HGU seperti di Kecamatan Seruway, Bendahara, Karang Baru, Banda Pusaka, Kejuruan Muda, Tamiang Hulu, dan Tenggulun, ternyata lebih kurang 30 persen masih bermasalah terutama dengan luasan lokasi perkebunan,” kata Direktur eksekutif LembAHtari, Said Zainal Mukhtar kepada Serambi, Rabu (24/6).(yuh)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: