Posted by: kualaclipping | June 22, 2009

Optimalkan Eksplorasi Sumberdaya Perikanan

www.harian-aceh.com on Monday, 22 June 2009 01:25

Opini

… bukan lautan hanya kolam susu … Kail dan jala cukup menghidupimu tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang datang menghampirimu… (sepenggal bait lagu “Kolam Susu” Koes Plus)

Begitu banyak kekayaan alam yang terkandung di negeri ini sehingga kita bingung memilih sektor mana yang mesti dijadikan skala prioritas pengembangannya. Tanah dengan segenap mineralnya, hutan dengan segala potensinya, dan laut dengan segala kekayaan yang dikandungnya. Kita linglung dalam hal optimalisasi masing-masing sumberdaya yang tersedia, sementara orang lain sudah menikmati faedahnya.

Perlu kita sadari bahwa dari ketiga sektor utama sumberdaya alam di atas, sepanjang garis pantai dan perairan laut merupakan tempat yang menyimpan begitu banyak kekayaan sumberdaya alam yang berlimpah; mulai dari sumberdaya yang dapat diperbaharui (seperti ikan, rumput laut, kayu bakau, dan hewan karang) sampai yang tidak dapat diperbaharui termasuk minyak dan gas bumi, bahan tambang serta mineral dan juga sumberdaya energy yang berasal dari angin, gelombang, pasang surut serta OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) yang belum dioptimalkan, terutama sumberdaya perikanan yang tersedia di perairan kita.

Laut yang terhampar di Negara kita lebih luas dibandingkan dengan daratan, di mana Negara kita merupakan Negara bahari dengan 70 persen wilayahnya adalah perairan, dan juga Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri 17.508 pulau besar dan kecil yang dikelilingi garis pantai sepanjang 81.000 km. Jika kita mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya kelautan tentunya kita dapat menekan pemanfaatan sumberdaya lainnya yang bersifat terbatas. Kemampuan dan kemauan dalam mengeksploitasinya merupakan hal mutlak yang kita butuhkan. Kemampuan artinya sanggup mengeksploitasi kekayaan yang tersedia di laut bukan hanya mengandalkan cara-cara tradisional. Sementara kemauan berarti kita mau menempatkan kelautan sebagai sektor prioritas. Tentunya kemauan harus diiringi oleh kesamaan visi lintas komponen dalam mengaplikasikan hukum kelautan, pendanaan, pendidikan kelautan, serta kerjasama secara berkesinambungan.

Pemberdayaan masyarakat nelayan adalah salah satu upaya peningkatan pemanfaatan sumberdaya perikanan. Pemberdayaan yang dimaksudkan adalah pemberdayaan yang bersifat multidimensi dan suistanaible, bukan pemberdayaan pragmatis yang hanya memikirkan apa yang dapat diperoleh saat ini. Selama ini, kegiatan pemberdayaan hanya difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat pragmatis, seperti hibah alat-alat penangkapan, pemberian kredit lunak, dan sebagainya. Pemberdayaan seperti ini tidak akan membawa masyarakat nelayan ke jenjang pemanfaatan sumberdaya perikanan yang lebih baik. Mereka tetap berada pada status lama sebagai nelayan tradisional.

Kemampuan Eksplorasi
Masyarakat nelayan modern yang menjadi tuntutan adalah masyarakat nelayan yang mampu mengeksplorasi sumberdaya perikanan dengan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh dari pekerjaan mereka bukan semata-mata tergantung dari alam. Eksplorasi mereka tidak lagi bersifat tradisional, baik dari segi teknik penangkapan, alat, serta pemasaran. Katakanlah sebagai contohnya pada musim ikan-ikan tertentu, terjadi surplus ikan. Artinya secara hukum ekonomi, harganya pun mengikuti deret ketersediaan barang. Kalau barangnya melimpah ruah maka harganya murah. Kadang-kadang tidak terkonsumsi secara penuh sehingga diambil jalan akhir dengan menjadikan ikan-ikan tersebut sebagai produk baru seperti pengasinan, ikan kayu dll. Langkah tersebut masih tergolong tradisional, jika tahap pelaksanaannya masih mengandalkan cara-cara lama dengan teknik dan alat yang sederhana.

Pada nelayan modern, kasus seperti tersebut di atas jarang ditemukan. Proses pemanfaatan sumberdaya perikanan sudah berada pada tahap international development. Artinya kegiatan mereka tidak lagi bergantung pada kebutuhan lokal pada saat itu saja. Padahal kasus musim ikan seperti tersebut di atas secara alamiah mereka alami juga. Bedanya mereka sudah mampu mengolah surplus sumberdaya ikan yang ada dengan menggunakan teknologi modern serta pemasaran yang menganut prinsip internasional. Pengawetan atau pengalengan ikan misalnya. Semakin banyak ikan yang diperoleh maka semakin banyak pula produk yang mereka hasilkan, ketersediaan ikan tidak lagi bersifat musiman, artinya mereka dapat mengontrol distribusi ikan ke konsumen kapan saja. Dengan demikian secara hukum ekonomi mereka juga dapat mengontrol harga bagi produk mereka.

Dapat disimpulkan bahwa kemampuan eksplorasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya perikanan meliputi seluruh tahap kehidupan nelayan sudah harus bersifat modern. Seluruh sendi harus mengandalkan teknologi, bukan lagi mengandalkan cara-cara tradisional. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun upaya ke arah itu harus dimulai. Dalam hal ini kemampuan yang diharapkan harus didukung sepenuhnya oleh kemauan melakukan. Dari segi kemauan bukan hanya kemauan di hati, tetapi kemauan yang dimaksudkan adalah kemauan mengubah segala aspek hidup ke arah modern. Dalam hal ini porsi tanggung jawab terbesar ada di tangan pengambil kebijakan mengenai kelautan dan perikanan, baik dari segi hukum, pendanaan, pendidikan, dan jalinan kerjasama internasional secara berkesinambungan.

Kemauan Eksplorasi
Hampir setiap hari sumberdaya ikan yang tersedia di perairan kita dimanfaatkan oleh Negara lain, seperti penangkapan ikan illegal (illegal fishing) oleh nelayan Thailand dan penyalahgunaan izin penangkapan (abuse licensing) di perairan Aceh khususnya. Dengan menggunakan pukat harimau mereka selalu berlayar di wilayah teritorial Negara kita, artinya mereka mengetahui secara persis bahwa di perairan kita mengandung banyak sekali sumberdaya ikan yang bernilai ekonomis bagi mereka. Meskipun harus menanggung risiko menyalahi aturan laut internasional, mereka tetap saja mencari ikan di Negara kita berdasarkan pengakuan nelayan diketahui bahwa kapal-kapal asing telah menangkap sumberdaya ikan di perairan. Kondisi ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Aceh.

Selain mengancam organisme perairan dan ikan-ikan kecil yang di akibatkan oleh alat tangkap trawl berapa banyak kehilangan sumberdaya perikanan di Negara kita akibat illegal fishing tersebut, Sementara itu selain kedatangan pihak asing secara ilegal ke perairan kita, lintas perairan di daerah kita juga sangat rawan perompakan. Semua wilayah di perairan Aceh bermasalah dalam hal pengawasan. Di lain pihak, juga kita harus diakui bahwa alat yang dimiliki Negara kita juga masih kurang dalam hal pengamanan laut. Keadaan seperti ini dapat membuat suasana perairan tidak kondusif. Artinya kemauan segenap komponen untuk menyadari pentingnya hukum laut ditegakkan guna mengundang orang lain secara sah untuk berinteraksi dan bertransaksi dengan aman di tempat kita.

Hukum yang dimaksudkan dalam kemauan eksplorasi ini bukan hanya terbatas pada masalah-masalah tersebut di atas, tetapi lebih menyeluruh. Korupsi, kolusi, intimidasi, serta penyakit-penyakit sosial lainnya yang terjadi di bidang kelautan dan perikanan harus ditumpas habis. Hukum harus benar-benar ditegakkan, penegakan hukum ini dapat berimplikasi baik kepada seluruh komponen. Hukum tidak hanya sebatas pengakuan penegaknya bahwa sudah baik, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat bahwa sudah benar baik. Dengan demikian semua orang merasa dipayungi dan bebas melaksanakan kegiatan di bawah koridor hukum yang baik.

Kemauan lainnya adalah dari segi pendanaan. Investasi di bidang perikanan harus lebih ditingkatkan dan mendapat prioritas utama. Alokasi dana oleh pemerintah juga harus disesuaikan dengan keinginan untuk lebih mengoptimalkan sumberdaya ini, bukan hanya melemparkan retorika politik bahwa sumberdaya perikanan memang sangat potensial di Negara kita. Tetapi harus diiringi oleh kemauan mencurahkan dana untuk pembangunan bidang perikanan. Atau pemerintah dapat memberikan peluang investasi besar kepada pihak swasta dengan tidak terlalu birokratisme untuk berinvestasi di bidang perikanan.

Selanjutnya adalah kemauan meningkatkan sektor sumberdaya perikanan secara berkelanjutan melalui peningkatan sumberdaya manusia. Satu-satunya jalan yang harus dilakukan adalah melalui pendidikan. Dalam hal ini pendidikan yang dimaksudkan adalah pendidikan yang menjurus secara spesifik pada wilayah kelautan dan perikanan. Penguasaan kompetensi pengolahan sumberdaya perikanan secara berkesinambungan membutuhkan pakar-pakar kelautan dan perikanan, baik dari segi teknis maupun nonteknis. Pendidikan yang tepat sasaran dapat mengakomodir kemauan ini.

Kemauan mengeksplorasi sumberdaya perikanan secara optimal juga harus diiringi oleh kemauan bekerjasama dengan semua orang tanpa membeda-bedakan berdasarkan SARA, sifat primordialisme SARA dapat menghancurkan keinginan memajukan dunia perikanan secara global. Di sisi lain kerjasama yang diinginkan adalah kerjasama yang bersifat bonafit dengan prinsip-prinsip ekonomi global, seperti penanaman modal asing dalam bidang perikanan. Kerjasama tersebut bukan sebatas penandatanganan Memorandum of Understanding dengan pihak-pihak lain, tetapi harus dapat diteruskan pada tahapan selanjutnya. Ketika pihak lain sudah mau berinvestasi, maka harus ada pertimbangan pada konsep ekonomi yang mereka tawarkan. Artinya, kerjasama ini harus benar-benar sesuai dengan prinsip ekonomi kerakyatan. Keuntungan yang diperoleh oleh investor harus dirasakan secara langsung oleh rakyat lainnya. Jangan sampai kekayaan alam punya namun manfaat orang lain yang merasakan. Harus diantisipasi secara dini peribahasa “buya krueng teudong-dong, buya tamong meuraseuki”.

Oleh Almunir, mahasiswa Pasca Sarjana ITS Surabaya, Fakultas Tehnologi Kelautan Jurusan Teknik Manajen Pantai


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: