Posted by: kualaclipping | June 18, 2009

Sejumlah Titik Api Pembakaran Hutan Marak di Aceh Besar

www.analisadaily.com on 18 June 2009

Banda Aceh, (Analisa)

Sejumlah titik api kebakaran hutan di kawasan Aceh Besar terus saja marak. Hingga Selesa (16/6) titik api yang diperkirakan di kawasan Samahani Kecamatan Kuta Malaka, belum juga terpadamkan.

Titik api pembakaran hutan ini mulai terlihat sejak Minggu (14/6), namun semua itu hanya kebakaran biasa. Karena belum juga terpadamkan, diperkirakan kebakaran hutan ini sengaja dilakukan pihak tertentu untuk membuka lahan untuk keperluan tertentu.

Akibat kebakaran hutan ini, kabut tebal terlihat menyelimuti langit Aceh Besar dan Banda Aceh, namun belum sampai mengganggu jarak pandang atau penglihatan manusia normal. “Kita harap, pihak terkait bisa segera mengantisifasi sebelum kebakaran hutan ini semakin meluas dan meresahkan masyarakat sekitar,” ujar Syamsuddin Ali, warga Lampeunerut Banda Aceh.

Menurutnya, pada Minggu (14/6) malam kobaran api  melalap hutan di perbukitan Aceh Besar sangat marak, sehingga menjadi tontonan warga. Komandan Polisi Hutan (Polhut) Aceh Besar, Andriansyah memperkirakan kebakaran hutan ini telah menghabiskan areal 50 hektar lebih dan sudah terjadi sejak Minggu (14/6).

Andriansyah memperkirakan hutan tersebut terbakar karena para pemburu  lupa memadam api setelah dinyalakan pada malam hari. Kemungkinan besar api tersebut berasal dari bara api yang tidak dimatikan pemburu rusa.

“Kalau akibat dibakar oleh pelaku illegal logging atau pembuka lahan perkebunan tidak mungkin karena lokasinya sangat sulit dilalui akibat tidak ada jalur jalan,” jelas Andriansyah.  Menurut Andriansyah, Polhut Aceh Besar pernah mencoba memasuki areal itu untuk keperluan penelitian, monitoring  dan data pembuatan peta areal hutan, namun karena untuk tiba ke lokasi membutuhkan waktu sekitar satu hari dengan berjalan kaki dan kondisi hutan yang berbukit, sehingga mereka tidak bisa sampai ke lokasi.

Padang Rumput

Sementara Dinas Kehutanan Aceh Besar menyatakan, hutan yang terbakar itu bukanlah hutan produktif atau hutan yang memiliki pepohonan besar, tetapi hanya padang rumput yang sengaja dibakar oleh pemburu rusa.

Sebagaimana yang dilansir situs berita Banda Aceh, menurut Kabid Pengawasan dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Besar, Ridwan saat ini pihaknya dan Dinas Perkebunan Aceh Besar masih melakukan pemantauan dan belum mengambil tindakan apapun. “Kami hanya mengawasi agar kebakaran tersebut tidak meluas ke hutan produktif yang banyak terdapat pohon pinus dan beberapa jenis kayu lainnya,” jelas Ridwan.

Menurut Ridwan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Besar sudah sangat sering memberikan pemahaman kepada para pemburu rusa di kawasan Indrapuri dan Samahani agar tidak membakar padang rumput, karena hal tersebut sangat berbahaya jika apinya menjalar ke hutan produktif. Jubir Yayasan Leuser Internasional (YLI) Chik Rini saat dihubungi Analisa menyatakan, ada sejumlah titik api lain sepanjang tahun ini di sejumlah daerah Aceh. (irn)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: