Posted by: kualaclipping | June 18, 2009

Kebakaran Lahan Landa Sejumlah Daerah; Asap Mulai Ganggu Jarak Pandang

www.serambinews.com on 18 June 2009, 14:11

JEURAM – Meski imbauan agar tidak membuka lahan dengan membakar telah dikeluarkan, namun aktivitas tersebut tetap saja dilakukan. Kini, jumlah titik kebakaran lahan terus bertambah, diantaranya di Nagan Raya, Subulussalam, dan Singkil. Asap tebal di beberapa daerah kian parah dan sudah berada pada tahap yang mengganggu.

Di Nagan Raya, kebakaran lahan terjadi di beberapa kecamatan, diantaranya di kawasan Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir. Asap tebal mulai menganggu pengendara pengguna jalan karena terbatasnya jarak pandang. Keluhan sesak nafas juga mulai dikeluhkan warga setempat. “Kabut asap terparah terjadi di Desa Suak Puntong hingga Desa Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir. Jarak pandang paling sekitar 200 hingga 300 meter,” ujar seorang pengguna jalan asal Desa Latong, Kecamatan Seunagan, Zulkarnaini, kepada Serambi, Selasa (17/6).

Dia mendesak agar pemerintah setempat dapat mengatasi masalah kebakaran lahan ini secepatnya. Apalagi Aceh sedang dilanda musim kemarau, sehingga dikhawatirkan kebakaran lahan yang terjadi kian hebat. Wakil Bupati Nagan Raya, M Kasem Ibrahim, juga mengakui kalau kabut yang melanda daerahnya kian parah. Hingga kini, kabakaran lahan masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

“Masyarakat tidak tahu dampak yang ditimbulkan dari pembakaran lahan dan asap yang ditimbulkan itu,” katanya. Parahnya lagi sambung dia, kebakaran yang terjadi di kawasan Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, dan di sejumlah desa di Kecamatan Tadu Raya dan Kecamatan Darul Makmur, merupakan lahan gambut dengan kedalaman satu sampai dua meter.

Kondisi itu menyebabkan upaya pemadaman menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Karena itu, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat Nagan Raya agar segera menghentikan pembakaran lahan. Kabut asap juga menyelimuti kawasan Aceh Barat. Pantauan Serambi kemarin, asap antara lain menyelimuti Kecamatan Meureubo, Johan Pahlawan, dan sebagian Kaway XVI. Angin yang bertiup kencang makin memperparah kondisi tersebut. “Pemkab harus segera menangani ini. Apalagi kabut asap yang berasal dari pembakaran lahan di Nagan Raya itu telah merembes kemari,” pintanya.

Dekat pemukiman
Kebakaran lahan juga terjadi di daerah perbatasan Aceh Singkil dan Subulussalam. Kobaran api menyala persis di pinggir ruas jalan utama. Tidak diketahui siapa yang melakukan pembakaran tersebut, diduka kuat pelaku membakar karena tidak tahan melihat tumpukan rumput kering sisa pembabatan yang tertumpuk di pinggir jalan.

Pantauan di lapangan, belum ada upaya dari masyarakat dan Pemkab setempat untuk memadamkan kobaran api itu. Apalagi kebakaran berada tak jauh dari pemukiman penduduk, Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam. Para pengguna jalan yang melintas kawasan tersebut memilih untuk mempercepat laju kendaraannya. Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi dari pihak berwenang mengenai penanganan kebakaran lahan itu.(edi/c39)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: