Posted by: kualaclipping | June 18, 2009

Kapal Bantuan Menko Kesra Tenggelam di Pelabuhan Ulee Lheue

www.analisadaily.com on 18 June 2009

Banda Aceh, (Analisa)

Sebuah kapal fiberglass bantuan dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) untuk operasional kelengkapan penanggulangan bencana, tenggelam karena masuk air di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Minggu (14/6).

Kapal tersebut telah lama ditambatkan di pelabuhan itu  dan ditelantarkan oleh Dinas Sosial NAD, padahal masih sangat baru. “Kapal itu tenggelam, karena masuk air laut setiap air pasang,” kata Abdullah Brewok, seorang warga yang akan berangkat ke Sabang lewat pelabuhan itu.

Ia menyatakan, sejak tertambat di pelabuhan, kapal tersebut sama sekali tidak dijaga atau dipelihara oleh pihak terkait kapal tersebut. Sehingga kondisi kapal baru itu kian hari kian memprihatinkan dan berakhir tenggelam.

Sejak beberapa hari lalu, tali penambat kapal putus dan kapal hanyut ke pinggir. Sebelum tenggelam, kapal terhempas ke pinggir batu besar di pinggiran dan terdengar benturan kuat. Sehingga sebagian sisi kapal tersebut rusak. “Kapal itu tidak ada yang jaga, jadi waktu tali kapal putus, kapal bergeser ke pinggir. Karena dibiarkan begitu saja, akibat ombak kapal terus-terusan berbenturan dengan batu-batu besar,” ujar Abdullah.

Disebutkan, pada hari Minggu kemarin ada orang yang berusaha mengeluarkan air dari dalam kapal tapi usaha itu sia-sia, karena kebocoran kapal yang telah rusak itu sangat besar. “Waktu pagi saya lihat kapal sudah pindah posisi, siangnya malah sudah tenggelam,” jelasnya.

Sementara Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Saifullah mengaku  pihaknya tidak mengetahui siapa pemilik kapal tersebut. Karena sampai saat ini belum ada koordinasi dari pemilik kapal dengan pihaknya.

Karena tidak adanya koordinasi dengan pengelola pelabuhan, Saifullah mengaku kapal bantuan Kementerian Kesra itu tidak ada penjaganya hingga kapal itu tenggelam. “Sudah lama sekali ada di Ulee Lheue, saya tidak tahu juga siapa yang punya. Sekarang malah sudah tenggelam,” ujarnya.

Meski secara resmi pihaknya tidak mengetahui pemilik kapal itu, tetapi Saifullah menyatakan ketika kapal tersebut tenggelam ada sejumlah pihak yang datang untuk melihatnya. “Kemarin ada yang datang dengan mobil bertuliskan Satgana milik Dinas Sosial, tapi tidak ada lapor ke kita,”  ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NAD melalui Kabag Humas, Burhanuddin Usman mengatakan, kapal tersebut di bawah pengawasan Dinas Sosial Aceh.   Menurutnya, kapal terhempas setelah tali yang mengikatnya terlepas pada Jumat (12/6) malam saat ombak kencang.Setelah mendapat informasi bahwa tali kapal terputus, maka ia langsung meminta 50 petugas Tagana menuju ke Ulee Lheue untuk mengikat kembali tali kapal itu dengan baik. (mhd)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: