Posted by: kualaclipping | June 17, 2009

Kondisi Bibit Kelapa Sawit Hancur-hancuran

www.serambinews.com on 17 June 2009; 09:08

SUBULUSSALAM – Rencana pengembangan kebun kelapa sawit rakyat seluas 1100 hektare di Kota Subulussalam terancam gagal. Hal ini karena sebanyak sebanyak 165.000 batang bibit kelapa sawit yang dianggarkan oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Aceh kondisinya hancur-hancuran.

Pantauan Serambi Selasa (16/6) di lokasi pembibitan di Dusun Danau (Kugdong), Desa Kuta Cepu, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, tampak sebagian bibit sawit mulai layu dan kurang subur. Dan, sebahagian besar bibit-bibit itu sampai sekarang masih berada di poli bag kecil (baby-red). Selain kondisi fisik lahan lokasi pembibitan asal-asalan. Buktinya, di beberapa tempat, bibit-bibit ditaruh begitu saja tanpa pelindung yang layak. Bahkan, sebahagian ditumpuk-tumpuk dan berserakan.

Sementara itu, buruknya kondisi bibit kelapa sawit ini sebenarnya sudah pernah diprotes oleh Anggota Komisi A DPR Aceh, Syamsul Bahri ketika berkunjung ke Subulussalam. Dalam peninjauan itu, Syamsul Bahri sempat meminta sertifikat atau dokumen bibit pada salah seorang petugas di sana tetapi dokumen yang diminta tidak ada. Padahal, menurut Syamsul, kalaupun dokumen asli bibit tersebut tidak ada di lokasi mestinya foto copinya harus ada. “Kita meragukan, karena dokumen bibit saja diminta tidak ada, paling tidak foto copiannya,” kata Syamsul yang menduga, bibit-bibit tersebut bukan berasal dari benih berkualitas sehingga tidak akan mampu menghasilkan buah secara optimal.

Kepada Serambi, Syamsul Bahri, Selasa (16/6) mengatakan, kalau bibit ini dipertahankan, maka sangat disayangkan. Begitupun kalau dipaksakan dibagi untuk petani, maka disangsikan bibit ini bisa berkembang. “Saya berharap bibit ini diganti, sebab kalau dipaksakan masyarakat akan rugi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang karyawan proyek yang ditemui di lokasi pembibitan, Muslim ketika dikonfirmasi Serambi tidak dapat memberikan keterangan dengan alasan baru bekerja di sana. “Saya baru tiga hari di sini, jadi gak tahu, jumlah bibit ini pun saya tak tahu, sistim kerja aja tak tahu. Saya disuruh oleh kontraktor untuk membantu di sini,” kata Muslim yang selalu mengatakan tidak tahu saat dicecar dengan pertanyaan. Berdasarkan papan nama proyek, bibit tersebut merupakan proyek Multi Years atau dua tahun anggaran yakni 2008 dan 2009. untuk tahun 2008 saja, dana untuk proyek tersebut senilai Rp 1,9 milar lebih. Sedangkan tahun 2009 tidak jelas berapa biayanya.(kh)


Responses

  1. Bibit palsu atau bibit tdk jelas asal usulnya merugikan petani karena cendrung lebih lambat berproduksi dan produksinya dibawah 20ton/ha/tahun. Gunakan bibit kelapa sawit berkwalitas terjamin dari PPKS melelui cv. ld generatiaon (cantact: 0812 60 4477 49)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: