Posted by: kualaclipping | June 14, 2009

Sengketa Lahan PT Kallista Alam; Warga tak Bisa Tunjukkan Bukti Kepemilikan

www.serambinews.com on 14 June 2009;  11:36

JEURAM – Sejumlah perwakilan warga Desa Makmue Raya, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, yang mengklaim ribuan hektare lahan mereka telah diserobot PT Kallista Alam karena tidak dilakukan pembayaran secara sah, Sabtu (13/6) kemarin memenuhi undangan polisi. Setelah diminta menunjukkan bukti kepemilikan, ternyata tak satu pun dapat menunjukkannya.

Dalam pertemuan di Mapolres Nagan Raya itu, perwakilan warga hanya bisa mengklaim sepihak bahwa lahan tersebut milik mereka, sehingga sudah mereka garap sejak tahun 1997. Pertemuan itu difasilitasi Kapolres Nagan Raya, AKBP Ari Subijanto dan dihadiri Humas PT Kallista Alam, H Bustami, sejumlah perwira polisi, dan para wartawan.

Terungkap di dalam pertemuan itu bahwa seorang tokoh masyarakat Desa Makmue Raya, Darul Makmur, terindikasi telah mengancam buruh PT Kallista Alam dengan cara mengajukan surat supaya pekerja menghentikan aktivitasnya, karena lahan itu masih bermasalah. “Ini merupakan bentuk premanisme dan melanggar hukum,” tegas Kapolres Ari Subijanto kepada perwakilan warga tersebut.

Sementara itu, Humas PT Kallista Alam, H Bustami saat menjelaskan status lahan tersebut menyatakan ribuan hektare lahan yang diklaim ratusan warga yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Darul Makmur itu merupakan lahan milik perusahaan secara sah. Karena pembelian tanah tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

H Bustami juga menunjukkan sejumlah dokumen pembayaran tanah yang disertai bukti kepemilikan tanah serta sebuah peta yang menerangkan bahwa lahan itu milik PT Kallista Alam. Dalam sebuah surat yang ditunjukkannya itu, warga yang telah lama menggarap lahan itu hanya diberikan upah jerih payah, sedangkan lahan tersebut tetap sebagai milik perusahaan.

Milik Kallista
Dalam pertemuan itu sejumlah warga tetap mengklaim lahan tersebut milik mereka. Namun setelah satu jam pertemuan berjalan, akhirnya perwakilan warga tetap tak bisa menunjukkan bukti-bukti yang ada, sehingga polisi menyatakan bahwa lahan itu memang milik PT Kallista Alam. “Saya tidak memihak siapa-siapa dalam kasus ini, akan tetapi yang saya bela adalah kebenaran. Yang berhak memiliki tanah tersebut adalah pihak yang mempunyai sertifikat tanah dari BPN. Sebaliknya, kalau warga tak bisa menunjukkannya, maka lahan itu sah milik perusahaan,” tegasnya. Di sisi lain, Kapolres Ari Subijanto juga menegaskan aparat kepolisian tak segan-segan menangkap siapa saja yang berani melakukan berbagai aksi premanisme di wilayah itu. “Siapa pun yang melanggar hukum tetap akan ditindak tegas,” pungkasnya. (edi)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: