Posted by: kualaclipping | June 14, 2009

Kebakaran Hutan di Bener Meriah; Api Berasal dari Tujuh Titik

www.serambinews.com on 14 June 2009; 09:23

REDELONG – Sumber api penyebab kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Rabu (10/6) lalu berasal dari tujuh titik. Ke tujuh titik api tersebut tersebar di tiga kecamatan kawasan hutan lindung yakni Kecamatan Pintu Rime Gayo, Timang Gajah, dan Wih Pesam, Bener Meriah. Akibat kebakaran tersebut, puluhan hektare hutan lindung di daerah itu ludes dilalap si jago merah. Seorang petugas pemadam, Kabupaten Bener Meriah, Suhardi, Jumat (12/6) mengatakan, kebakaran yang terjadi di Bener Meriah terjadi di beberapa titik yang melanda hutan lindung di daerah itu. Akibatnya sejumlah kawasan hutan lindung di daerah itu habis dimakan api. Bahkan sebagian titik api kebakaran hingga saat ini belum dapat dipadamkan karena titik apinya berada di tengah-tengah hutan belantara. “Sebagian titik api hingga saat ini belum dapat dipadamkan karena jarak titik api dengan jalan raya sangat berjauhan, sehingga tidak dapat dipadamkan,” ujar Suhardi. Disebutkan, tiga titik kebakaran yang terjadi di kawasan hutan lindung Kecamatan Pintu Rime Gayo meliputi hutan lindung Blang Rakal, Tajuk Enang-Enang dan kawasan hutan lindung Gunung Bur Gutul. Sedangkan kebakaran yang terjadi di Kecamatan Timang Gajah terdapat di Kampung Mekar Ayu yakni, belakang kompi Lampahan, Kecamatan Timang Gajah dan kawasan belakang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Timang Gajah Bener Meriah. Sementara, kebakaan hutan lindung itu juga terjadi di kawasan lereng Burni Telong dan kawasan hutan di belakang Sekolah Menengah Atas (SMA) Binaan Bener Meriah. Kecamatan Wih Pesam. “Akibat kebakaran ini, belum semua titik api dapat dipadamkan karena sulitnya melewati daerah kebakaran itu, namun kita tetap berupaya untuk dapat memadamkannya meski hanya menggunakan alat sederhana,” ungkap Suhardi. Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bener Meriah, Ishak SE MM menambahkan, kebakaran di Bener Meriah sulit diatasi bila masyarakat setempat tidak memiliki kesadaran untuk menjaga kawasan hutan lindung itu dari kebakaran, terlebih kondisi kemarau panjang seperti sekarang yang sangat rawan terjadi kebakaran. “Kita berharap, agar seluruh lapisan masyarakat Bener Meriah, mari kita sama-sama menjaga kawasan hutan kita dari kebakaran, sehingga hutan kita dapat dilindungi,” harap Ishak.(c31)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: