Posted by: kualaclipping | June 13, 2009

Suhu Udara Terik: Warga Diimbau tak Bakar Lahan

www.serambinews.com on 13 June 2009, 13:30

BANDA ACEH – Suhu udara yang sangat terik dan kering selama beberapa hari ini dikhawatirkan dapat menyulut kebakaran hutan dan lahan. Laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, suhu udara di Aceh saat ini rata-rata berkisar 35 derajat Celcius. Sedangkan peluang hujan, kecil kemungkinan terjadi. “Hasil citra satelit dan radar, kondisi Aceh untuk satu minggu ke depan secara umum cerah dan berawan. Hujan kecil kemungkinan terjadi,” kata Kepala Seksi Informasi dan Ovservasi BMKG Blang Bintang, Alvianto, kepada Serambi, Jumat (12/6).

Disamping itu, kelembaban udara juga sangat kering. Antara 48 persen sampai dengan 94 persen. Sedangkan suhu udara berkisar 22 hingga 35 derajat Celcius. “Kelembaban 48 persen itu sangat kering, biasanya siang hari. Sedangkan kalau pagi dan malam, itu berkisar 94 persen,” jelasnya lagi. Kondisi ini menurutnya, dapat memicu potensi terjadinya kebakaran lahan. Sepekan lalu, pantauan BMKG Blang Bintang menunjukkan adanya aktifitas titik panas (hot spot) di sejumlah daerah. Kata dia, hot spot tersebut mulai muncul sejak memasuki musim kemarau awal Mei 2009 lalu.

Angin permukaan hingga ketinggian 3.000 kaki disebutkan berhembus dengan kecepatan 3.000 kilometer per jam, bertiup dari arah timur laut hingga selatan. Sedangkan gelombang laut, di perairan Barat dan Timur diprediksi mencapai 0,75-2 meter, dan di Utara dan Barat Laut Aceh 2-3 meter. “Ini juga perlu diwaspadai oleh perahu nelayan dan tongkang,” imbuhnya.

Mulai terbakar
Sementara itu dari Aceh Barat, kebakaran lahan dilaporkan sudah mulai terjadi di sejumlah lokasi. Kepala Kantor Pemadam Kebakaran dan Alat Berat, T Syahluna Polem, mengimbau kepada warga dan pekebun untuk tidak lagi melakukan pembakaran lahan, karena dikhawatirkan akan memicu terjadi kebakaran hebat.

Imbauan tersebut dikeluarkan karena selama ini kebakaran lahan memang sering terjadi di kawasan tersebut, termasuk kebakaran besar yang terjadi sebelumnya. Selain itu, Aceh Barat juga sedang dilanda kemarau. “Kita mengharapkan kepada warga, pekebun, dan elemen lainnya, untuk saat ini tidak membakar lahan, agar tidak terjadi kebakaran,” katanya kepada Serambi, kemarin.

Laporan yang dia terima, kebakaran lahan yang terjadi antara lain di Kecamatan Pante Ceureumen, daerah perbatasan antara Aceh Barat dengan Aceh Jaya, dan beberapa titik lainnya. Lahan di Desa Seunebok, Meulaboh, ungkapnya, juga sempat terbakar. Tetapi sempat dipadamkan dengan mengerahkan armada kebakaran. “Sekarang ini sedang musim kemarau sehingga sangat rawan, sebab bila dibakar sedikit akan meluas,” pungkasnya.(yos/riz)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: