Posted by: kualaclipping | June 11, 2009

Puluhan Ton Kayu Illegal Logging Ditangkap

www.serambinews.com on 11 June 2009,08:30

KUTACANE – Bupati Aceh Tenggara, Ir H Hasanuddin B MM, menangkap puluhan ton kayu gelondongan jenis durian yang diduga hasil illegal logging dari Desa Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (10/6). Kayu ini rencananya akan dibawa ke Medan. Pantauan Serambi, mobil interkuler BK 8269 BA, BK 8966 LC, dan BL 8651 UA terlihat sedang memuat kayu jenis durian yang akan dibawa ke Medan. Dalam kegiatan sidak ini, bupati Agara yang sengaja membawa wartawan media cetak dan elektronic serta stafnya langsung turun ke areal perkebunan coklat melalui medan jalan berliku-liku dan berdebu dengan kondisi jalan rusak. Ia melihat kayu sedang dimuat ke dalam truk dan berserakan di jalan. Waktu itu aksi dimaksud langsung dihentikan serta minta pada awak angkutan agar kayu tersebut tak dibawa ke Medan. Bupati meminta kepada mereka agar menunjukan dokumen lengkap tentang kayu tersebut dan ternyata tak ada dokumen dan terpaksa dihentikan.

Usai mengamankan kayu bersama sopir dan kernetnya, bupati menuju pos Polhut di Desa Tanjung. Di lokasi itu, tidak ada seorangpun anggota Polhut yang berada di Pos. Kemudian Hasanuddin menuju ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan Agara dan sekitar satu jam bupati Agara menunggu kepala dinas tersebut, Ir M Sragafa MPd, baru tiba. Dihadapan Kadihutbun Agara, bupati minta agar tidak ada lagi kayu yang dibawa ke Medan.

Bupati mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran, agar kayu kampong jenis durian dan jenis lain tak bisa dibawa ke luar Aceh Tenggara dan kayu tersebut masih saja di jual ke Medan. Dikatakan, anggota Polhut Agara sebanyak 150 orang hingga menjaga perbatasan Aceh Tenggara dengan Sumatera Utara di Desa Lawe Pakam. Tapi, mereka tak menjalankan tugas dengan baik. Buktinya, kayu masih saja berhasil di bawa ke Medan tanpa dokumen dan saya kecewa sekali dengan Polhut Agara. “Mulai saat ini tak bisa sepotong kayu di jual ke Medan, dan kalau masih saja terjadi, kalian semua akan saya pecat,” ujar Hasanuddin dengan nada marahnya.

Ia mengakui selama ini, kayu untuk pembuatan jembatan saja selalu dihalang-halangi di Aceh Tenggara. Namun, untuk dibawa ke Medan bisa dengan gampang berjalan mulus tanpa pemeriksaan. “Saya tak peduli siapun orangnya yang membekingi ilegal logging, akan saya tindak dan ini dia lakukan sesuai dengan intruksi gubernur Aceh,” katanya.

Ditambahkan, akibat illegal logging tersebut akan menyebabkan kerusakan hutan dan menyebabkan masyarakat menjadi rugi. Hanya sedikit keuntungan yang diperoleh dari hasil illegal logging itu dan kerusakannya akan sangat besar, apalagi daerah itu dekat dengan hulu air, tentu sangat berbahaya.

Sementara itu, sopir mobil interkulur, Darwis Harahap dan Antony Sinaga, keduanya warga asal Medan, mengatakan, mereka baru kali ini mau membawa kayu gerondongan jenis durian itu ke Medan. Dikatakan, kayu tersebut dikatakan pemiliknya ada izin nya untuk dibawa ke Medan, makanya mereka mau membawanya. “Kalau memang tak ada izin, mereka tak akan membawanya dan mereka rencana sebelumnya mau membawa batu dari Gayo Lues ke Medan,” ujar para sopir.(as)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: