Posted by: kualaclipping | June 10, 2009

Satwa Aceh Dijual ke Sumut

www.serambinews.com on 10 June 2009, 11:03

BANDA ACEH – Perdangan satwa liar dari hutan Leuser Aceh, seperti harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) dan gajah ke Sumatera Utara (Sumut) dinilai tinggi. Menanggapi hal ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh akan membentuk sejumlah pos pengamanan di daerah perbatasan Aceh-Sumut dan bandara. “Saya tak tahu jumlah pasti, tetapi berdasarkan investigasi lembaga internasional sebelum tahun 2009, intensitas penjualan satwa liar, baik harimau sumatera maupun gajah di Hutan Leuser Aceh ke Medan Sumatera Utara tergolong tinggi,” ungkap Ketua Forum Harimau Kita, Hariyo T Wibisono.

Hariyo menyampaikan hal itu kepada wartawan usai menyampaikan materi pada lokakarya dan pelatihan penilaian status konservasi harimau sumatera. Acara itu digelar di Hotel Pavaliun Seulawah, Banda Aceh, Selasa – Jumat (9-12/6). Menurutya, satwa liar di Hutan Leuser sangat berpotensi dijual ke Medan, Sumut karena pusat lokasi Gunung Leuser, seperti di Aceh Tenggara berbatasan dengan Sumut. Hariyo tak mengetahui angka pasti populasi harimau sumatera di Aceh.

Pos pengamanan
Di tempat sama, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ir Abu Bakar mengakui satwa liar di Aceh sangat rawan dijual ilegal ke Sumut. Karena itu, menurut dia pihaknya akan membentuk sejumlah pos pengamanan di hutan, maupun di daerah perbatasan Aceh Sumut. Bahkan di bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar.

“Kami punya anggota hingga 1.000 lebih untuk seluruh Aceh, selama ini mereka belum bekerja optimal. Mereka yang akan ditempatkan untuk mengantisipasi pemusnahan dan penjualan satwa liar itu,” jawabnya. Menurut Abu Bakar, selain dijual sebelum mati. Harimau dimatikan oleh manusia untuk diambil kulit. Sedangkan gajah dimatikan untuk diambil gading. Kulit harimau dan gading gajah itu dijual. Sehingga BKSDA juga membentuk pos pengawasan di Bandara SIM. “Siapa yang terlibat akan diproses hukum, bahkan ada yang sedang diproses hukum,” tegas Abu Bakar.

Ditanya harga harimau, gajah, kulit harimau, serta gading gajah, Abu Bakar tak mengetahuinya. Meski mengakui belum mampu sepenuhnya mengantisipasi perburuan harimau sumatera dan gajah di Hutan Leuser dan Hutan Ulu Masen di Aceh, namun menurutnya perburuan satwa liar oleh warga sudah mulai berkurang setiap tahun. “Angka pastinya, tentu harus melihat rekapitulasi data per tahun di kantor,” ujar Abu Bakar yang baru beberapa bulan menjabat Kepala BKSDA Aceh. Sebelumnya, Kepala BKSDA Aceh dijabat Andi Basrul, kini Andi Basrul menjabat Kepala BKSDA Bengkulu.(sal)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: