Posted by: kualaclipping | June 10, 2009

Pemerintah Aceh prioritaskan pengurangan risiko bencana

www.waspada.co.id on Wednesday, 10 June 2009 21:10 WIB – WASPADA ONLINE

BANDA ACEH – Salah satu prioritas program pembangunan Pemerintah Aceh adalah pengurangan risiko bencana mengingat Aceh termasuk provinsi paling rawan bencana alam.

“Pemerintah Aceh menetapkan pengurangan risiko bencana sebagai prioritas,” kata Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar pada sosialisasi data dan informasi bencana Indonesia di Banda Aceh, tadi sore.

Dia mengatakan, untuk menangani risiko bencana alam dengan baik yang perlu diperbaiki pemahaman masyarakat yaitu dengan partisipasi serius semua komponen dan meningkatkan kesadaran bagaimana menghindar dari bencana.

“Bencana memang tidak dapat dilawan atau dihindari. tapi yang dapat kita lakukan mengurangi risiko bencana seperti menghindarkan jatuhnya banyak korban jiwa,” katanya.

Dalam empat dekade terakhir menurut penelitian, kerugian akibat bencana mencapai sepuluh kali lipat dari risiko yang disebabkan bencana termasuk akibat kesalahan penanganan.

Dia mencontohkan, musibah tsunami di Aceh pada 2004 yang telah merenggut sekitar 160 ribu korban jiwa dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Jika saat itu ditangani dengan tepat dan lebih baik serta adanya koordinasi yang melibatkan seluruh komponen, kemungkinan jumlah korban jiwa dan harta benda lainnya dapat dikurangi, tambahnya.

Salah satu pembelajaran yang diperlukan adalah suatu pengumpulan dan pengelolaan data kejadian bencana alam secara sistematis sehingga dapat dilakukan analisa mendalam terhadap kecenderungan bencana dan dampaknya.

Dalam hal ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didukung UNDP meluncurkan perangkat statistik dan analisa (DiBi) secara nasional pada 29 Juli 2008.

Pemerintah Aceh juga memiliki beberapa lembaga, peralatan, dan fasilitas untuk pengelolaan data bencana seperti Pusat Penelitian Mitigasi Tsunami dan Bencana (TDMRC).

“Dalam waktu dekat perangkat tersebut juga akan dilengkapi di beberapa kabupaten/kota di Aceh yang menjadi ‘spot’ bencana sehingga jika terjadi bencana alam dapat langsung berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan bisa mengambil keputusan yang tepat untuk penanganan,” ujar Wagub.

Bencana tsunami juga diharapkan membuat masyarakat Aceh lebih cerdas terhadap risiko dan dampaknya sehingga ke depan dalam membangun bangunan yang tahan gempa untuk di Aceh.
(dat03/ann)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: