Posted by: kualaclipping | June 10, 2009

Harimau Sumatera di Aceh terancam punah

www.waspada.co.id on Wednesday, 10 June 2009 15:29 WIB – WASPADA ONLINE

BANDA ACEH – Populasi Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) di Provinsi Aceh dilaporkan terancam punah akibat penyusutan ekosistem hutan di daerah itu dalam beberapa tahun terakhir. Ancaman kepunahan itu dikemukakan Ketua Forum Harimaukita, Hariyo T Wibisono, tadi siang. Merujuk pada data yang dikeluarkan pada 1994, kata Hariyo, populasi raja hutan di pulau Sumatra itu kini hanya 500 ekor, sementara di Aceh hanya terdapat 110-140 ekor dan itu data lama sekitar 20 tahun lalu. Dia mengatakan, ada indikasi populasi Harimau Sumatra makin menurun akibat tingginya intensitas penyusutan ekosistem tempat harimau hidup. Penyusutan itu juga diakibatkan masih maraknya konversi lahan hutan. “Tempat tinggal mereka di hutan mulai diusik, dengan membuat lahan baru sehingga ekosistem dan habitat mereka semakin lama, semakin menyusut,” katanya. Konflik manusia-satwa (harimau) juga merupakan indikator berkurangnya habitat mereka. Kemungkinan habitat harimau semakin terancam karena ada konflik antara harimau dengan manusia, katanya. Meskipun diakui tingkat perburuan hewan liar di Aceh dapat ditekan, namun tidak bisa dipungkiri kegiatan ilegal itu masih marak terjadi di provinsi yang sering dilanda bencana banjir tersebut. Hutan Aceh merupakan hutan terluas di Sumatra, khususnya Ulu Maseen dan kawasan Leuser sebagai daerah konservasi harimau, yang diharapkan bisa menjadi kawasan yang dapat melindungi habitat harimau Sumatra di Aceh. “Kami berharap kawasan Leuser dan Ulu Maseen dapat terjaga dengan baik, karena tempat itu merupakan ekosistem mereka. Upaya menjaga kelestarian yang dilakukan pemerintah sejauh ini dinilai cukup baik,” katnya. Serius monitoring Ia mengatakan pemerintah diharapkan serius untuk menjalankan program konservasi sehingga habibat harimau tetap terjaga yang ditindaklanjuti dengan monitoring sesuai tugas dan dilakukan secara kontinyu. Namun bagian terpenting, menurut Hariyo adalah bagaimana semua elemen dapat meningkatkan partisipasi dalam peningkatan kesadaran menjaga ekosistem hutan yang merupakan bagian dari upaya pelestarian Harimau Sumatra. “Ini sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas monitoring, koordinasi dan komunikasi dalam menyukseskan program konservasi Harimau Sumatra,” katanya. Menajer Teknik FFI Aceh Matthew Linkie mengatakan Forum Harimaukita dan lembaga lain yang peduli dengan Harimau Sumatra, baru merampungkan survei pemetaan jumlah populasi Harimau Sumatra di pulau Sumatra. “Kami baru saja merampungkan survei pemetaan, yang kami lakukan untuk semua kawasan hutan di seluruh Sumatra,” katanya. Data yang diperoleh itu akan dijadikan rujukan bagi pengembangan program konservasi Harimau Sumatra. “Selama ini kami kesulitan melakukan pendataan karena kurangnya pemetaaan di lapangan tentang habitat Harimau Sumatra ini,” katanya. (dat01/ann)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: