Posted by: kualaclipping | June 7, 2009

Pariwisata Aceh Kurang Promosi

www.serambinews.com on 7 June 2009,09:29

BANDA ACEH – Kepedulian pemerintah daerah untuk mempromosikan pariwisata Aceh ke luar dinilai masih sangat kurang. Padahal, wisata merupakan satu-satunya sektor yang diandalkan bisa menarik pelancong berkunjung ke Aceh pascarehab rekon ini. “Sekarang ini setelah berakhir rehab rekon, apa tujuan orang asing datang ke Aceh? Tidak ada lagi, kecuali untuk tujuan wisata,” kata Ketua Komite Pariwisata Kadin Aceh (KPKA), T Nausa, kepada Serambi, Sabtu (6/6).

Namun sayangnya sambung dia, selain pembenahan sektor pariwisata yang belum maksimal, kegiatan promosi yang dilakukan juga masih sangat kurang. Contohnya ucap Nausa, Pemerintah melalui dinas teknis terkait tidak pernah memberikan brosur tentang objek pariwisata Aceh ke biro-biro perjalanan.

Akibatnya, pihak biro perjalanan terpaksa membuat brosur sendiri untuk kemudian dibuat paket-paket wisata. “Sebenarnya brosur itu pemerintah yang buat. Baru nanti pihak biro perjalanan yang membuat paket wisatanya. Karena nggak pernah ada, terpaksa brosur dibuat sendiri. Itu pun karena keterbatasan, tidak semua biro perjalanan membuat brosur,” ujarnya.

Berbeda dengan Malaysia. Negri jiran tersebut menurut dia, sangat gencar melakukan promosi wisata, termasuk lewat brosur. “Kita tidak berharap promo yang besar-besar, minimal brosur saja sehingga bisa kita perkenalkan dan buat paket wisatanya,” timpal Nausa yang juga pemilik biro perjalanan Nurin Travel ini.

Promo PKA
Ketidak pedulian Pemda terhadap promosi itu juga terlihat dari pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V yang dijadwalkan berlangsung 2-11 Agustus 2009. Semestinya menurut Nausa, karena ini merupakan event akbar, pemerintah telah sejak awal mempromosikan itu melalui biro perjalanan. “Namun hingga pelaksanaan yang tinggal satu bulan lagi ini, promo belum juga dilakukan. Kita kan nggak bisa memperkenalkan apa itu PKA, bagaimana, dimana, dan waktunya,” tandas Nausa. Karena itu, dia mengharapkan agar pemerintah benar-benar fokus dalam menggerakkan sektor pariwisata Aceh. Pariwisatalah menurutnya, sektor yang bisa diharapkan ikut membantu menopang perekonomian Aceh ke depan.

“Secara nasional, tahun 2008 lalu kunjungan turis ke Indonesia mencapai 7 juta orang. Bila 3 persen saja masuk ke Aceh dengan rata-rata menghabiskan Rp 1,5 juta per orang per harinya, maka bisa dibayangkan berapa banyak sudah uang yang berputar di Aceh,” imbuh Ketua KPKA Aceh ini.(yos)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: