Posted by: kualaclipping | June 7, 2009

Kondisi Cuaca tak Stabil

www.serambinews.com on 7 June 2009, 10:56

BANDA ACEH – Meski Aceh telah melewati masa peralihan musim (pancaroba) dan telah berada di musim kemarau, namun dalam sepekan terakhir fenomena alam berupa angin kencang dan puting beliung masih terjadi di beberapa tempat. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blangbintang, Aceh Besar, ketidakstabilan cuaca tersebut terjadi akibat naiknya suhu permukaan laut. Kondisi itu telah terjadi sejak beberapa hari lalu dan kemungkinan akan berlangsung hingga sepekan ke depan.

“Sejak beberapa hari lalu, suhu muka laut perairan sebelah utara khatulistiwa semakin hangat, sehingga memperbesar kemungkinan timbulnya daerah-daerah pusat tekanan rendah,” kata Kepala Seksi Informasi dan Observasi BMKG, Alvianto, kepada Serambi, Jumat (5/6). Selain itu, adanya aktivitas konveksi (pergerakan udara ke atas) akibat pemanasan dari radiasi matahari akan memicu timbulnya berbagai dampak seperti angin kencang, hujan yang disertai petir, dan puting beliung. Faktor-faktor pemicunya bersifat lokal, sehingga menjadikan fenomena tersebut sulit untuk dideteksi.

Faktor-faktor lokal tersebut, menurut Alvianto, meliputi topografi sebuah daerah, pergerakan angin lokal, dan pengaruh perairan. “Jadi, angin kencang dan puting beliung bisa terjadi di banyak tempat dalam sehari, tidak lama,” terangnya. Pergerakan angin yang ditimbulkan akibat adanya gangguan tersebut rata-rata bertiup antara 15 sampai 30 knot per jam yang dikategorikan sebagai angin kencang. Sementara puting beliung, kecepatan anginnya dapat mencapai 50 knot per jam.

“Gelombang laut juga tinggi. Di perairan utara Aceh mencapai 1,5 sampai 3,5 meter. Sedangkan di barat laut Aceh mencapai 3,5 hingga 5 meter. Ini berbahaya bagi nelayan dan tongkang,” imbuh Alvianto. Fenomena alam seperti ini ternyata tidak hanya terjadi di Aceh. Menurut Alvianto, pemanasan suhu muka laut terjadi hampir di seluruh perairan di Indonesia. BMKG memprediksi, kondisi ini masih akan terus berlangsung hingga sepekan ke depan.

Terkait dengan aktivitas tersebut, cuaca di Aceh secara umum hingga beberapa hari ke depan diprakirakan berawan dan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. “Kondisi ini terjadi di empat kota yang kita pantau, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Sabang, dan Meulaboh,” demikian Alvianto. (yos)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: