Posted by: kualaclipping | June 7, 2009

Cuaca pengaruhi pendapatan nelayan

www.waspada.co.id on Sunday, 07 June 2009 07:36 WIB – WASPADA ONLINE

LHOKSEUMAWE – Cuaca buruk serta hujan yang melanda di wilayah perairan Selat Malaka dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan ribuan nelayan di Lhokseumawe tak bisa melaut. Sejumlah nelayan termangu-mangu di darat, sebagian memperbaiki jaring, menambal perahu, sebagian lagi menghabiskan sisa hari di kedai kopi dan rumah mereka masing-masing.

Hujan yang disertai angin kencang mengundang malapetaka, dan kebanyakan para nelayan tidak mau nekat mengambil resiko yang bakal mengancam nyawa mereka. “Lebih baik kami bersabar dulu, menunggu cuaca mereda,” kata salah seorang nelayan Armiadi, 35, pagi ini.

Meskipun hari ini cuaca lebih baik tapi banyak juga nelayan yang masih bertahan di darat. Cuaca yang baik pada pagi harinya sering berubah manakala petang hari, sebagaimana yang terjadi kemarin, menjelang siang hari serta merta bertiup angin kencang yang diikuti hujan lebat.

Akibatnya, harga pasaran ikan melonjak tajam yang naik hingga 25 persen dari harga jual bisa. Namun yang paling memprihatinkan nasib para keluarga nelayan yang selama sebulan ini menghadapi cuaca yang tidak baik. Mereka terpaksa bertahan dengan kebutuhan keluarga yang tersisa.

Selama cuaca memburuk, ribuan nelayan kehilangan sumber pencaharian. Tidak ada pendapatan lain bagi masyarakat nelayan. Meskipun ada beberapa warga pesisir yang memelihara ikan di tambak, tidak bisa mengantisipasi keadaan yang berubah mendadak.

Salah seorang tokoh nelayan, M. Yusuf mengatakan, sejumlah nelayan bertahan di dermaga karena badai, angin kencang, hujan deras, dengan hantaman ombak besar setinggi tiga meter, setiap saat dapat terjadi di lautan lepas.

Baik angin yang berhembus dari barat maupun timur, keadaannya tiada menentu arah. Angin seringkali gelap oleh yang melingkupi bumi, kerap menimbulkan kecemasan dan kegalauan nelayan yang hendak melaut. “Apalagi tatkala terjadi saat mereka berada di tengah laut, menimbulkan kepanikan luar biasa,” ucapnya.

Jika saja langit yang diliputi awan itu sering terjadi, maka berminggu-minggu lamanya nelayan mesti menunggu sampai amukan laut reda. Di antara masa tak bisa bekerja itu, nelayan mengisi hari-harinya melakukan perbaikan terhadap boat-boat yang rusak, baik jenis boat pukat langga maupun boat pancing.
(dat02/ann)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: