Posted by: kualaclipping | June 6, 2009

Industri Sawit di Tamiang Cemari Lingkungan

www.serambinews.com on 5 June 2009, 08:17

KUALA SIMPANG – Walaupun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) di Aceh Tamiang sudah berdiri puluhan tahun, namun pencemaran lingkungan di sekitar perusahan masih kerap terjadi. Kondisi ini diduga akibat minimnya upaya pengelolaan lingkungan hidup oleh PKS bersangkutan. Kenyataan tersebut diketahui saat Pansus Komisi D DPRD Tamiang bersama Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Tamiang melakukan peninjauan ke sejumlah PKS di daerah itu yang saat ini sedang berlangsung.

Kabid Standarisasi Penataan dan Pengendalian Lingkungan, Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Tamiang, Said Mahdi SH kepada Serambi, Kamis (4/6) mengatakan, sebagian pabrik PKS yang telah dikunjungi Pansus diketahui belum taat terhadap pengelolaan lingkungan hidup, bahkan pihaknya menilai pengelolaanya masih rendah. Indikasinya terlihat dari keengganan perusahaan membuat laporan tentang pengelolaan lingkungan hidup kepada Badan Lingkungan Hidup.“Kita mengatahui ada pengelolaan lingkungan yang tidak beres setelah warga melakukan protes,” ujarnya.

Kasus paling parah terjadi yang berdampak terhadap lingkungan adalah berupa hujan debu dan pencemaran air. Seperti pencemaran udara yang baru-baru ini dikeluhkan warga Desa Sungai Liput dari PKS Socfindo berupa hujan debu yang berasal dari asap yang dikeluarkan cerobong asap. “Jika kondisi ini dibiarkan, warga akan menderita penyakit infeksi saluran pernafasan (ispa) karena menghirup udara yang berdebu. Selain itu terjadi korosi terhadap seng rumah warga karena zat kimia yang dikandung debu asap tersebut,” katanya.

Untuk memprotes kerusakan lingkungan tersebut warga desa melakukan demo. “Saat ini pihak perusahaan sudah meminta waktu tiga minggu untuk memperbaiki cerobong asap tersebut,” ujarnya. Selain pencemaran udara, pencemaran lainnya yang dilakukan PKS di Tamiang berupa pencemaran air. Kebanyakan PKS di Aceh Tamiang membuang air limbahnya ke Sungai Tamiang.

Pansus juga menemukan beberapa surat izin yang berhubungan dengan lingkungan hidup yang belum dipenuhi PKS. Misalnya PKS mini di Paya Meutah, dan PKS Semeuntok. Kedua PKS ini belum memiliki izin gangguan kebisingan atau yang lebih dikenal HO. “Segala macam gangguan kebisingan yang ditimbulkan harus mengurus izin HO,” ujarnya. Menurutnya, perusahaan tidak mengurus izin-izin tersebut karena berfikir pemerintah tidak menegur. “Untuk itu Pemkab Tamiang meminta perusahaan yang belum melengkapi izin lingkungan agar segera mengurus termasuk izin penggunaan air bawah tanah,” ujarnya.(md)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: