Posted by: kualaclipping | June 2, 2009

BPD Bantah Lamban Salurkan Kredit

www.serambinews.com on 2 June 2009, 16:19

BANDA ACEH – Direktur Utama Bank BPD Aceh, Aminullah Usman, membantah pernyataan yang menilai pihaknya lamban dalam menyalurkan kredit pemberdayaan pengusaha (KPP) korban tsunami di Aceh. Rendahnya realisasi kredit karena pelaksanaan program baru berjalan tiga bulan. “Program KPP itu praktis baru berjalan tiga bulan. Jadi tidak mungkin uang sebesar Rp 700 miliar itu harus tersalur semua dalam tempo tiga bulan itu,” kata Aminullah, kepada Serambi, di Banda Aceh, Senin (1/6).

Pada pemberitaan sebelumnya, Biro Hukum dan Humas Setda Aceh melalui Kepala Biro Ekonomi, Muhammad, menilai kinerja Bank BPD Aceh dalam menyalurkan KPP korban tsunami lamban dan tidak optimal. Hingga April 2009, bank daerah ini hanya mampu mencatat penyaluran kredit bersubsidi bunga tersebut sebesar Rp 5 miliar, dari yang seharusnya Rp 700 miliar.

Atas dasar tersebut, pihaknya mengajukan permohonan ke Departemen Keuangan (Depkeu) agar membuka peluang bagi bank-bank nasional yang ada di Aceh agar dapat ikut menyalurkan kredit. Depkeu setuju, pemanggilan juga telah dilakukan dan kini hanya tinggal menunggu jawaban dari pihak bank.

Pelibatan sejumlah bank nasional tersebut, menurut Aminullah, memang telah sesuai dengan keinginannya. Karena dengan demikian, uang yang telah diprogramkan itu diharapkan akan cepat tersalur dan tentu akan semakin cepat dirasakan manfaatnya di masyarakat. Kabar yang dia peroleh, bank-bank yang telah menyatakan setuju adalah BNI, BRI, dan Mandiri. “Jadi, kita tidak memaksa hanya BPD saja yang menyalurkan,” ujarnya.

Namun terhadap penilaian bahwa pihaknya lamban menyalurkan kredit, Aminullah tak setuju. Sebab selain pelaksanaan program yang masih relatif singkat, BPD juga tidak semata-mata mengurusi masalah KPP. Program kredit bersubsidi bunga itu merupakan satu dari sekian program kredit yang dikucurkan BPD.

Dia mencontohkan, realisasi penyaluran kredit BPD secara keseluruhan hingga Mei 2009 tercatat sebesar Rp 590 miliar. Angka tersebut sedikit lagi hampir mencapai target 2009 yang ditetapkan Rp 600 miliar, sehingga masih tersisa Rp 10 miliar lagi untuk tahun berjalan ini. Sedangkan di tahun 2008, total kredit yang disalurkan BPD mencapai Rp 4,51 triliun. “Jadi semua sektor harus kita jalankan,” tandasnya.

Permohonan rendah
Disamping itu, karena pelaksanaan program relatif singkat, nilai permohonan yang masuk hingga Mei kemarin baru Rp 360 miliar, masih lebih kecil dibandingkan dengan dana yang tersedia Rp 700 miliar. Itu pun sambungnya, belum tentu semua permohonan itu dikabulkan, karena masih harus dilihat lagi kelayakannya.

“Kalau kami dinilai lamban, berarti Biro Ekonomi meminta agar uang Rp 700 miliar itu harus habis dalam waktu tiga bulan. Dan, uang kredit itu 100 persen merupakan uang BPD. Pusat hanya memberikan subsidi bunganya saja,” tandasnya. Sampai saat ini dikatakan, total kredit bersubsidi bunga yang telah disalurkan mencapai Rp 9,4 miliar. Pemrosesan permohonan hingga kini masih berlangsung di semua cabang. Angka sementara tercatat sebanyak 715 debitur dengan nilai kredit mencapai Rp 301 miliar. “Kita tetap komit untuk terus memperbaiki sistem kerja kita ke depan, dan kita tetap menjalankan sesuai dengan ketentuan perbankan,” pungkas Aminullah.(yos)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: