Posted by: kualaclipping | June 1, 2009

Parasawita Bantah Suap Kepala BPN Aceh Timur

www.serambinews.com on 1 June 2009, 08:16

MEDAN – PT Parasawita membantah keras tudingan LSM Lembahtari yang menuding adanya praktik suap terhadap Kepala BPN Aceh Timur untuk menerbitkan surat Hak Guna Usaha (HGU) seluas 400 hektare lahan di Kecamatan Bendahara, Desa Tanjungbinjai, Aceh Tamiang. Bantahan sekaligus hak jawab itu disampaikan Prof Ediwarman selaku kuasa hukum PT Parasawita kepada Serambi di Medan, Sabtu (30/5).

Ediwarman menyebutkan, LSM Lembahtari telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Menurutnya, proses penerbitan HGU itu telah melalui prosedur hukum yang berlaku. “Itu jelas fitnah yang tak mendasar, kami sudah menempuh jalur hukum untuk mendapatkan surat HGU itu,” kata Ediwarman di Medan menanggapi berita berjudul: Kepala BPN Aceh Timur Dituding Terima Suap (Serambi, Jum’at 29/5 halaman 19).

Ediwarman menyebutkan, berdasarkan hasil penyidikan Polres Aceh Tamiang, sejak 2003 tanah tersebut secara sah milik PT Parasawita sesuai SK BPN RI. Untuk menguatkan keterangan itu, selanjutnya pada 22 Maret 2009 dilakukan pengukuran ulang atas batas-batas lahan PT Parasawita, yang disaksikan langsung oleh penggarap, di antaranya Muntasir, Hamdan Tembong, Amirullah, dan penggarap lainnya. Selain itu acara pengukuran itu juga disaksikan Kepala Desa Tanjungbinjai, Camat Bendahara, Danramil, Polsek Bendahara, Polres Aceh Tamiang, serta masyarakat sekitar yang sengaja diundang.

Namun karena belum adanya aktivitas berarti di lahan itu, pada 2005 penduduk sekitar mulai menduduki lahan itu untuk membuka lahan pertanian. Padahal tanah yang dikuasai masyarakat itu sudah masuk ke dalam Lahan Rencana Pengembangan Perkebunan PT Parasawita. “Untuk menyelesaikan masalah itu, pihak perusahaan sudah mengadakan pertemuan dengan masyarakat setempat, dan dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tamiang,” katanya.

Dalam pertemuan itu masyarakat mengakui kalau lahan itu sebagai milik PT Parasawita, dan bersedia meninggalkan areal lahan seluas 400 hektar itu. “Kalau perusahaan diminta mengambil kebijakan lain, itu memang ada. Karena Pak Bupati berharap pihak perusahaan tidak merugikan masyarakat. Cuma itu saja,” katanya yang mengaku keberatan karena tak ada konfirmasi kepada mereka.

Jadi, menurut Ediwarman, segala tudingan yang dilontarkan LSM Lembahtari yang menyebutkan PT Parasawita telah melakukan suap kepada Kepala BPN Aceh Timur sangat tidak beralasan. “Kalau Parasawita berbuat, kami meminta bukti yang akurat,” katanya seraya menyebutkan pihaknya berencana akan menggugat LSM Lembahtari karena dinilai telah mencemarkan nama baik mereka.(lau)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: