Posted by: kualaclipping | June 1, 2009

BPD Aceh Lamban Salurkan Kredit untuk Pengusaha

www.serambinews.com on 1 June 2009, 12:42

BANDA ACEH – Kinerja PT Bank BPD Aceh dalam menyalurkan kredit pemberdayaan pengusaha (KPP) korban tsunami di Aceh dinilai lamban dan tidak optimal. Hingga April 2009, bank daerah ini hanya mampu mencatat penyaluran kredit bersubsidi bunga tersebut sebesar Rp 5 miliar, dari yang seharusnya Rp 700 miliar.

Atas dasar itu, Departemen Keuangan (Depkeu) dikabarkan akan membuka kesempatan kepada bank-bank nasional untuk ikut membantu menyalurkan KPP. Demikian informasi yang diperoleh Serambi dari Biro Hukum dan Humas Setda Aceh yang disampaikan melalui Kepala Biro Ekonomi Aceh, Muhammad, Sabtu (30/5).

Seperti diketahui, KKP merupakan program kredit pengganti dana moratorium Rp 1 triliun yang ditarik sebelum sempat dikucurkan. Kredit diberikan dalam bentuk subsidi bunga yang dalam penyalurannya tetap berdasarkan ketentuan perbankan. Bank BPD Aceh merupakan satu-satunya bank yang ditunjuk untuk menyalurkan KPP.

Namun, seperti dikatakan Muhammad, hingga April 2009 BPD Aceh hanya mampu menyalurkan Rp 5 miliar dari yang seharusnya Rp 700 miliar. “Saya melihat BPD Aceh tidak mampu bekerja optimal. Pada pertemuan dengan pihak Departemen Keuangan, saya meminta diberi kesempatan pada bank-bank nasional untuk ikut menyalurkan kredit tersebut. Usulan itu lalu disampaikan ke Menteri Keuangan,” ujarnya.

Subsidi ditambah
Menurut Muhammad, pada tahun 2008, subsidi bunga yang diberikan pemerintah pusat untuk pengusaha korban tsunami di Aceh dan Nias sebesar Rp 40 miliar. Jatah untuk Aceh sebesar 75 persen, Nias 25 persen. Sementara dana kredit sepenuhnya bersumber dari bank penyalur, yakni Bank BPD Aceh.

“Jadi, pusat hanya mensubsidi. Artinya, ketika pengusaha meminjam uang dengan tingkat bunga yang berlaku, misalnya, 15 persen, maka bunga yang dikenakan hanya sebesar 8 persen. Sisanya yang 7 persen ditanggung atau disubsidi pemerintah,” jelas Muhammad. Dengan subsidi bunga sebesar itu, kata Muhammad, BPD Aceh bisa menyalurkan kredit sebesar Rp 600 miliar. Tahun 2009, pemerintah pusat ternyata menambah lagi besaran subsidi menjadi Rp 60 miliar atau bertambah Rp 20 miliar dari tahun sebelumnya. Dengan demikian, total dana kredit yang bisa disalurkan BPD Aceh mencapai Rp 1,2 triliun.

“Namun apa yang terjadi sekarang, BPD Aceh hanya mampu mengucurkan kredit Rp 5 miliar,” tandasnya. Dia mengaku sangat menyayangkan lambannya penyaluran ini, karena uang yang telah dianggarkan tidak mampu terserap sepenuhnya. BPD dinilainya lamban dan tidak proaktif dalam menindaklanjuti program pemerintah pusat tersebut. Persoalan itulah yang kemudian menjadi dasar baginya mengajukan permohonan ke Depkeu agar membuka peluang bagi bank-bank nasional yang ada di Aceh agar dapat ikut menyalurkan kredit. “Saya rasa BPD pun setuju, supaya kredit bisa dirasakan oleh masyarakat Aceh seluruhnya,” ujar Muhammad.

Tunggu jawaban
Menurut Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Aceh ini, Depkeu telah memanggil pimpinan bank-bank lain untuk menanyakan kesediaan dalam penyaluran kredit dimaksud. Panggilan pertama dilakukan melalui perpanjangan tangan via Kantor Wilayah Keuangan di Banda Aceh. “Secara cabang sudah setuju, tapi keputusan akhir ini bermuara di bank pusat yang ada di Jakarta,” tambahnya.

Supaya konkret, Depkeu kemudian menyelenggarakan pertemuan lanjutan di Jakarta dengan memanggil bank-bank nasional untuk dimintai kesediaannya. Saat ini, kata Muhammad, Depkeu sedang menunggu jawaban dari bank-bank nasional tersebut. “Setahu saya, di dalam rapat itu bank nasional tidak keberatan. Jika bersedia, maka akan ada kesepakatan baru antara Depkeu dengan bank-bank nasional yang ditunjuk untuk membantu BPD menyalurkan kredit subsidi bunga ini,” kata dia.

Kondisi ini, menurutnya, akan sangat menguntungkan. Sebab, selain penyaluran kredit lebih optimal, juga akan diketahui bank-bank mana saja sebenarnya yang paling peduli dan proaktif dalam memberdayakan berbagai komponen masyarakat Aceh, termasuk pengusaha korban tsunami. “Jika uang sebesar Rp 700 miliar itu bisa segera menyebar ke masyarakat, maka cukup potensial untuk menggerakkan perekonomian Aceh,” ujar Muhammad. (ami)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: