Posted by: kualaclipping | May 30, 2009

Terkait Penerbitan HGU: Dishut Tamiang Pelajari Kembali Status Lahan

www.serambinews.com on 30 May 2009, 13:00

KUALA SIMPANG – Dinas Kehutanan (Dishut) Aceh Tamiang akan mempelajari kembali sengketa lahan antara warga Kampong Tanjung Binje, Kecamatan Bendahara dengan perusahaan perkebunan PT Parasawita terkait status lahan yang kini telah beralih menjadi lahan HGU. Untuk menangani masalah tersebut, dijadwalkan Bupati Aceh Tamiang akan memanggil pihak yang bersengketa, Senin (1/6) mendatang. Kepala Dinas Kehutanan Aceh Tamiang, Syahri SP kepada Serambi, Jumat (29/5) mengatakan, terkait sengketa lahan antara warga Desa Tanjung Binjai dengan perusahaan Perkebunan PT Parasawita pihaknya saat ini sedang mempelajari dokumen status lahan atas nama PT Prasawita. “Kami sedang mempelajari kembali dokumen lahan HGU PT Parasawita,” ujarnya.

Dikatakannya, Bupati Aceh Tamiang Drs Abdul Latif juga sudah melayangkan surat memanggilpihak-pihak yang terlibat dalam sengketa tersebut termasuk tim penyelesaian konflik yang dibentuk Pemkab Aceh Tamiang. Sebelumnya, seperti diberitakan Serambi, Jumat (29/5), terkait penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) atas tanah seluas 400 hektare kepada perusahaan perkebunan PT Sarasawita, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembahtari menuding Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur telah menerima suap. Namun Kepala BPN Aceh Timur (merangkap Aceh Tamiang dan Langsa), Mursil membantahnya seraya menyebutkan, itu tuduhan yang bodoh.(md)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: