Posted by: kualaclipping | May 30, 2009

Sabang Dihantam Angin Kencang

www.serambinews.com on 30 May 2009, 15:54

SABANG – Hujan disertai angin kencang melanda Kota Sabang (Pulau Weh) sejak pukul 14.30 hingga 15.15 WIB, Jumat (29/5). Dua mobil ringsek ditimpa pohon, satu boat wisata tenggelam dan dua kapal lainnya hilang. Angin kencang juga menerjang Kecamatan Lhoong, Aceh Besar namun belum ada laporan rinci mengenai dampaknya, kecuali sebuah rumah milik pasangan suami istri, Tuti Erli-Wan Kumis di Desa Jantang hancur total bagian atap. Dari Sabang dilaporkan, hantaman angin kencang membuat panik masyarakat Pulau Weh tersebut. Kepanikan semakin terasa ketika atap bangunan bercopotan dan pohon bertumbangan.

Amatan Serambi di Lingkungan M Thaib, Kota Atas, dua rumah dan satu kafe lepas bagian atap akibat diterjang angin. Pusaran angin juga merontokkan ranting-ranting pohon dan mengotori ruas Jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro, dan Jalan Tgk Chik Di Tiro. Dua mobil ringsek ditimpa pohon di lokasi terpisah, yaitu Mitsubishi Space Wagon tertimpa pohon asam di depan Mess Polres Sabang yang bersisian dengan Kantor Adpel Sabang. Hingga sore kemarin, mobil tersebut tampak masih belum dipindahkan oleh pemiliknya.

Sedangkan di Komplek PSB (Perikanan Samudra Besar), Pasiran, Kota Bawah Timur, sebuah mobil sedan Toyota Corolla tertimpa pohon cemara. Warga bahu membahu mengangkat pohon yang menimpa bagian depan mobil. Di dermaga PSB, Pasiran, boat wisata milik operator diving (olah raga selam) asal Malaysia pecah dan tenggelam. Namun tidak ada korban dalam peristiwa itu. Menurut sumber Serambi di dermaga setempat, kapal itu diduga pecah dihantam ombak dan berbenturan dengan boat lainnya yang ditambat bersisian. Sedikitnya ada tiga boat ikan yang ditambat sejajar dengan boat wisata itu. Satu di antaranya boat fiber juga terlihat ringsek dihantam boat kayu. Sedangkan di depannya ada dua boat ikan berukuran besar.

Hempasan dan benturan itu diduga menjadi penyebab karamnya kapal wisata tersebut. Namun sebagian potongan badan boat tampak mengapung di air. Masih di lokasi yang sama, dua unit kapal lainnya, yaitu milik Polres Sabang dan Bea Cukai yang ditambat di dermaga sebelahnya dilaporkan hilang. Besar kemungkinan kedua kapal itu juga ikut tenggelam dihempas ombak. Kapolres Sabang, AKBP Imam Thobroni kepada Serambi membenarkan satu speed boat ukuran kecil milik Polres Sabang tenggelam. “Anggota saya sedang mencari kapal itu. Kapalnya ditambat dekat kapal Bea Cukai, tetapi saya lihat keduanya sudah tidak ada lagi di dermaga,” ujar Kapolres Sabang.

BKMG Sabang memprediksi cuaca di Sabang hingga pagi hari ini masih berpeluang hujan dan angin kencang. Bahkan prediksi itu bisa berlanjut hingga tiga hari ke depan. Kepala BKMG Sabang, Syamsul Bahri menyebutkan kecepatan angin di Sabang, Jumat (29/5) berkisar antara 10-30 Km per jam. Sedangkan tinggi gelombang laut di perairan Pulau Weh mencapai 1-2,5 meter. Syamsul mengatakan angin kencang yang berdampak merusak bisa muncul tiba-tiba. Durasinya antara 5 hingga 10 menit. Kemungkinan kecepatannya melebihi 30 Km per jam. Angin bertiup dari arah Barat Daya Pulau Weh ke timur. “Ini harus diwaspadai oleh boat-boat kecil termasuk juga fery. Saya sudah ingatkan tentang gelombang laut ini lima hari lalu ke ASDP dan Syahbandar Sabang,” kata Syamsul yang dihubungi melalui telepon selularnya.

Hantam Lhoong
Beberapa kawasan di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, sore kemarin juga dilanda angin kencang. Tetapi hingga tadi malam belum ada laporan rinci mengenai dampak yang ditimbulkan. Salah seorang kepala desa di Lhoong, yaitu Keuchik Saney, Zahrinnur (Cut In) yang Jumat kemarin berada di Banda Aceh, langsung mencari tahu informasi ke masyarakat tentang dampak angin kencang itu. “Memang benar ada hempasan angin kencang. Tetapi menurut laporan yang saya terima dari beberapa desa (termasuk Desa Saney), tak ada dampak terhadap bangunan. Tetapi saya belum dapat laporan secara keseluruhan,” ujar Cut In menjawab Serambi melalui telepon, tadi malam.

Satu-satunya laporan kerusakan akibat angin kencang di Lhoong diterima Serambi dari Tuti Erli, warga Desa Jantang. Menurut Tuti dibenarkan suaminya, Marwan alias Wan Kumis, rumah mereka di Desa Jantang hancur bagian atap dihantam angin. “Atap lepas dari kerangka akibat terjangan angin kencang. Sekarang rumah bantuan Mamamia itu sudah beratap langit dan tidak bisa dihuni lagi,” kata Wan Kumis yang berprofesi wartawan.(fs/nas)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: