Posted by: kualaclipping | May 30, 2009

Gunung Bawah Laut Pascagempa Aceh Ditemukan

www.harian-aceh.com on Saturday, 30 May 2009 02:15

Jakarta | Harian Aceh – Ada siklus gempa 200 tahunan di perairan bawah laut Sumatera. Inilah yang kemudian diteliti para ahli geologi pascagempa dan tsunami Aceh. Mereka pun menemukan satu gunung besar di bawah laut perairan barat Sumatera.

Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas, dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris menggelar penelitian.

“Iya, penelitian ini dilakukan karena sebelumnya di perairan barat Sumatera ada dugaan siklus gempa besar 200 tahunan. Kita juga ingin mengetahui struktur bagian dalam geofisikanya,” ujar Direktur Pusat Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf S Djajadihardja di Jakarta, Jumat (29/5).

Penelitian ini dilakukan sebelum dan sesudah gempa terjadi supaya dapat diketahui. “Jika terjadi gempa kita bisa mengetahui sebelum dan sesudah gempa tersebut,” kata Yusuf.

Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara lebih baik sumber dan mekanisme gempa yang dapat menimbulkan tsunami.

Ditanya apakah ada kehidupan prasejarah di wilayah tersebut, Yusuf mengatakan belum bisa mengetahui apakah di daerah tersebut dulu ada peradaban atau tidak. “Itu ada di kerak samudra terdalam,” kilahnya.

Gunung yang ditemukan pascapenelitian yang dilaksanakan sejak 9-27 Mei ini berada di tengah laut sekira 330 km dari arah barat Kota Bengkulu. Gunung tersebut berada di perairan barat Sumatera, khususnya di Kepulauan Mentawai dengan ketinggian 4.600 meter dan dalamnya 5.900 meter.

“Kita belum bisa mempublikasikan (gambar) tentang gunung-gunung tersebut karena masih confidential,” pungkas Yusuf.

Dia juga mengatakan ditemukannya gunung di bawah laut juga bisa menjawab tentang siklus gempa 200 tahunan di perairan barat Sumatera. Dijelaskannya, penelitian dilakukan sejak 9 Mei hingga 27 Mei. “Ini melanjutkan penelitian pascagempa dan tsunami Aceh 2004 lalu. Ada 12 penelitian, dan penelitian dilakukan untuk bisa membuktikan adanya gempa tsunami,” katanya.

Gunung itu ditemukan di zona ring of fire. Sebelumnya, kata dia, pernah juga ditemukan gunung bawah laut di daerah lainnya. “Kita kan melakukan penelitian ini karena sebelumnya di perairan barat Sumatera ada dugaan siklus gempa besar 200 tahunan. Kita juga ingin mengetahui struktur bagian dalam geofisikanya,” lanjut Yusuf.

Ditanya apakah gunung tersebut berpotensi untuk meletus, dia mengatakan gunung yang ditemukan itu bukan berada di jalur vulkanik. “Jadi gunung di bawah laut tersebut belum dapat dipastikan itu aktif atau tidak aktif, vulkano atau bukan. Tapi memang ini mirip dengan (gunung) vulkan,” katanya.

Yusuf menyatakan gunung yang ditemukan itu berada di jalur subduksi. Zona subduksi atau zona penunjaman adalah zona menunjamnya (bend downward) lempeng samudra ke bawah lempeng benua.(okz)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: