Posted by: kualaclipping | May 29, 2009

Tindakan Illegal Fishing Harus Dihentikan

www.serambinews.com on 29 May 2009, 10:17
BANDA ACEH – Pemerintah Aceh harus bekerja keras untuk membenahi berbagai masalah yang terjadi di lapangan. Upaya pencurian kayu (illegal logging) secara perlahan terus diatasi. Namun, semua pihak juga tidak boleh lengah dengan aksi pencurian ikan (illegal fishing) di laut Aceh, oleh nelayan asing.

Hal itu dikemukakan Asisten Administrasi dan Umum Setwilda Aceh, Drs Bachtiar ketika membuka Rapat Koordinasi Manajemen Kepegawaian Kabupaten/Kota se Aceh, Kamis (28/5) di Banda Aceh. Menurut Bachtiar, untuk menyelamatkan nelayan tradisional, pencurian ikan di laut Aceh harus segera dihentikan. “Kita tidak hanya memikirkan masalah illegal logging. Tapi, illegal fishing juga harus jadi perhatian semua pihak,” katanya.

“Diakui, selama ini telah disibukkan oleh pemberantasan illegal logging di darat, sehingga lupa terhadap illegal fishing, hingga ikan-ikan di laut kita terus dikuras nelayan asing,” katanya. Untuk itu, kepada jajaran pemerintahan di Aceh agar ikut mengamankan ikan-ikan di laut Aceh. “Kita tidak boleh membiarkan ikan dicuri nelayan asing,” katanya. Sedangkan menyangkut illegal loging, tambah Bachtiar, Pemerintah Aceh kini sedang menyusun blue print baru yang menyangkut bidang perkebunan, kehutanan, dan pertanian.

Perbaiki citra
Pada kesempatan tersebut, Bachtiar menambahkan Pemerintah Aceh kini terus berusaha meningkatkan citra pegawai negeri sipil (PNS) agar lebih baik. Untuk itu, pemerintah telah melakukan berbagai terobosan, di antaranya program pelatihan, termasuk rapat koordinasi manajemen antara pejabat pembina pegawai di tingkat kabupaten/kota.

Diakui atau tidak, katanya, selama ini kita masih saja melihat ada PNS yang belum menyadari peran pentingnya sebagai abdi masyarakat. “Hal ini harus menjadi pemikiran dan perlu dibahas secara seksama untuk menentukan serta mengambil langkah-langkah yang komperehensif agar tercipta PNS yang baik,” katanya.

Sebab, katanya, perubahan prilaku selama ini di kalangan PNS lebih disebabkan oleh perasaan rasa takut terhadap ancaman hukuman, belum didorong oleh rasa kesadaran dan tanggung jawab. Sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Drs Anwar Muhammad MSc mengatakan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari menghadirkan pemateri Kantor Men-PAN, Bappenas, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan melibatkan seluruh pejabat di BKPP se Aceh.(sir)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: