Posted by: kualaclipping | May 29, 2009

Objek Wisata Sabang Bisa Jadi Pengganti Freeport

www.serambinews.com on 29 May 2009, 09:39

SABANG – Menanggapi kerisauan sejumlah kalangan di Aceh dan khususnya di Sabang terkait dengan pembahasan RUU Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di DPR RI yang berpotensi terhapusnya status free trade zone dan free port Sabang, tokoh pers nasional, H Sjamsul Kahar mengatakan objek wisata bisa menjadi alternatif pengganti freeport.

“Jika dibangun dengan serius, objek wisata di Sabang bisa dijadikan alternatif (pengganti freeport -red),” kata H Sjamsul Kahar yang juga Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia dalam ceramah pers pada pembukaan Konferensi I PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Perwakilan Sabang di Gedung DPRK Sabang, Kamis (28/5).

Sjamsul Kahar mengatakan, ada banyak pertimbangan yang tidak dibuka ke publik terkait dengan lambannya penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai produk hukum turunan dari UU 37 tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Namun ia meminta agar masyarakat tidak perlu larut dengan ketiadaan PP tersebut.

Dikatakannya, karakteristik perdagangan dunia dewasa ini sudah berubah dari masa lalu yang dimotori dengan impor barang dan lalu lintas perdagangan Sabang–Banda Aceh dengan mengandalkan Jengek (jenggo ekonomi). Perubahan itu ditandai dengan sulitnya negara-negara memproteksi masuknya barang dari luar negeri.

Ia membandingkan bagaimana produk-produk buatan Cina kini tak terbendung masuk ke pasar Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan suasana freeport seperti gambarannya di masa lalu juga sudah tidak aktual lagi. Tuntutan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menurut Sjamsul tidak berdiri sendiri, tetapi disebabkan suasana perdagangan dunia yang sudah berubah.

Sjamsul melihat Sabang dengan keindahan alamnya jauh lebih menarik jika difokuskan sebagai kawasan wisata. “Mari pelihara orisinalitas Sabang dan keindahan alamnya. Membuat pulau ini menjadi pulau wisata, saya kira bisa mengalahkan Bali,” papar Sjamsul Kahar yang juga Penasihat PWI Pusat, itu.

Sekalipun Sabang pernah menjadi daerah pertahanan menurut Sjamsul tidak akan menjadi kendala bagi pengembangan Sabang sebagai daerah wisata. Apalagi jika keberadaan institusi pertahanan itu juga dikembangkan dengan tetap mengedepankan nuansa wisata. Ia mencontohkan seperti yang dikembangkan Amerika Serikat dengan Pentagon. Dengan Pentogonnya, negeri adidaya itu tetap bisa menonjolkan nuansa wisatanya.

Mengutip pernyataan mantan Ketua PWI Pusat Tarman Azam, Sjamsul menekankan bahwa kondisi itu baru dapat diwujudkan jika warga Sabang sendiri tergerak untuk mengubahnya. Senada dengan Sjamsul, Ketua PWI Aceh HA Dahlan TH mengungkapkan perlunya menghidupkan kembali sarana pariwisata di Sabang yang mampu memikat pengunjung. Ia menilai Sabang akan lebih baik jika fokus pada pembangunan sektor pariwisata ketimbang menunggu PP yang tidak kunjung terbit. Bukan tidak mungkin, jika Pemko Sabang membangun arena lapangan golf dan sarana hiburan lainnya akan banyak orang Banda Aceh yang datang ke Sabang. “Sekarang kondisinya justru terbalik, malah orang Sabang yang banyak ke Banda Aceh,” katanya.(fs)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: