Posted by: kualaclipping | May 29, 2009

Gelombang pasang kembali landa Aceh Selatan

www.waspada.co.id on 29 May 2009, 01:37 – WASPADA ONLINE

TAPAKTUAN – Puluhan rumah warga di kawasan pesisir pantai di kawasan Kecamatan Tapaktuan, Samadua dan Sawang Kabupaten Aceh Selatan, terancam ambruk ke dasar laut akibat dihantam gelombang pasang yang melanda daerah itu dalam dua hari terakhir.

Kondisi lebih parah terlihat di kawasan Dusun Sawang Bunga, Desa Ujung Tanah Kecamatan Samadua. Ratusan meter tanggul laut di daerah itu praktis ambras hingga mengancam sejumlah rumah warga di sana . Malah termasuk sebuah rumah milik Zulfikar Adek, 51, telah ambruk ke dasar laut.

Ombak ganas itu terjadi sejak Senin (25/5) sekira pukul 23.00. Hingga Rabu ombak setinggi hampir empat meter kelihatannya terus menggerogoti kawasan pinggir laut, termasuk tanggul laut pengaman badan jalan negara yang baru dibangun, mulai dari depan SMP 1 sampai ke depan Koramil setempat.

Hal serupa juga terlihat di kawasan Desa Gunung Kerambil, Air Berudang dan Lhok Ketapang, Kecamatan Tapaktuan. Selain puluhan rumah terancam, juga lima masjid di beberapa desa tersebut.

Hantaman ombak ganas itu, selain menelan kerugian material juga mengancam keselamatan warga yang berdomsili di wilayah tersebut. “Ombak pasang yang lebih dahsyat diperkirakan terjadi Agustus mendatang,” kata Fasuri, 34, warga setempat seraya meminta warga agar tetap siaga menghadapi kemungkinan tersebut.

Di lokasi Dusun Sawang Bunga, terdapat belasan unit rumah warga, sebuah rumah ibadah “Masjid Nurul Iman” dan Gedung P2TP. Abrasi mulai menggerogoti lakosi itu dan dalam waktu dekat diperkirakan segra ambruk.

T. Mudasir, ketua Komisi C DPRK Aceh Selatan dan Sekretaris Kantor Dinas PU, Ir. Syafrulyadi, MM yang turun ke lokasi melakukan investigasi, menyampaikan kekecewaannya karena rencana pembuatan tanggul laut di lokasi itu telah lama ditender.

Namun proyek anggaran senilai Rp3 miliar dan dimenangkan PT. NBL Banda Aceh itu, sejauh ini belum dikerjakan tanpa alasan yang jelas. “Ulah kontraktor yang tidak bertanggungjawab, masyarakat dan daerah sangat dirugikan sehingga permukiman warga mulai ditelan ombak laut,” kata Mudasir.

Ia mengharapkan Pemkab agar segera melakukan penanggulangan membangun tanggul laut sepanjang 700 meter karena keadaannya memprihatinkan, mengingat pembangunan itu amat dibutuhkan. “Bila dana penanggulangan bencana tanggap darurat tidak mencukupi, maka dapat dianggarkan pada APBD-P kabupaten atau propinsi,” katanya.
(dat03/wsp)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: