Posted by: kualaclipping | May 28, 2009

Terancam Gelombang Pasang, Warga Mengungsi

www.serambinews.com on 28 May 2009, 08.52

TAPAKTUAN – Gelombang pasang melanda wilayah Aceh Selatan dalam dua hari terakhir. Puluhan rumah dikabarkan rusak dan belasan jiwa penduduk terpaksa mengungsi. Informasi yang berhasil dihimpun Serambi, Rabu (27/5) gelombang pasang sejak Selasa (26/5) melanda daerah pesisir pantai Kecamatan Tapaktuan, Samadua, dan Kecamatan Sawang. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini telah mengakibatkan dua unit rumah rusak berat serta mengakibatkan dua kepala keluarga atau 14 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Rumah yang rusak berat di terjang gelombang tinggi yakni rumah Zulfikar Adek, Desa Ujung Tanah, Kecamatan Samadua, dan rumah milik Nyak udi warga Desa Sawang Satu, Kecamatan Sawang. Selain merusak dua unit rumah, gelombang tinggi mengancam puluhan unit rumah penduduk lainnya di Kecamatan Sawang, meliputi Desa Ujung Karang, Sawang Dua, Desa Lhok Pawoh, dan Desa Ujung Tanah Kecamatan Samadua.

Keuchik Ujung Tanah Samadua, Fantari Homber kepada Serambi mengatakan, gelombang pasang yang melanda desa itu sudah berlangsung sejak Senin (25/5) malam. Tinggi gelombang dua hingga empat meter yang terjadi pada sore, malam dan menjelang subuh telah mengakibatkan terjadinya abrasi pantai hingga 25 meter. Kini bibir pantai tersebut sudah menyentuh badan rumah warga, malahan tidak sedikit tanaman milik masyarakat juga ikut tumbang dikikis erosi.

Menurutnya, terjadinya abrasi di tepi pantai sepanjang 700 meter tersebut disebabkan karena belum dibangunnya tanggul pengaman tebing. Padahal proyek pembangunan tanggul pengaman tebing (batu pemecah ombak) sudah ditender namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dikerjakan. “Jika ini tidak segera dibangun, maka badan jalan negara Tapaktuan –Meulaboh itu akan putus,”katanya.

Sementara Sudirman warga Sawang menyatakan, tidak hanya badan jalan di Kacamatan Samadua yang ternacam putus, tapi badan jalan Negara di Kecamatan sawan juga terancam putus jika tidak segera dibangun tanggul pengaman tebing. “Puluhan rumah kini mulai rusak akibat diterjang gelombang,” katanya.

Terkait peristiwa ini, Ketua Komisi C DRPK Aceh Selatan, Teuku Mudasir yang ikut memantau musibah meminta Pemkab setempat untuk segera menanggulangi bencana tersebut agar tidak berlanjut. “Ini harus segera ditanggulangi. Sebab gelombang pasang ini akan merusak rumah-rumah penduduk dan badan jalan negara,” katanya.(az)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: